1 November 2015

Penting Nggak Sih ASI Booster?


Saya sebenarnya bukanlah orang yang bisa mengingat banyak hal. Apalagi kalau soal minum sesuatu yang sifatnya bukan darurat. Kecuali obat batuk. Itu biasanya saya tepat waktu banget minumnya. Karena suka tersiksa sama batuk. Beda dengan ASI Booster. Saya suka lupa minum. Kadang minum. Kadang enggak. Tapi menurut saya penting banget punya ASI Booster di rumah. Sebab kita nggak tahu kondisi tubuh kita setiap harinya. Apalagi kayak saya yang makannya nggak terlalu dicatet apa saja yang sudah masuk. Paling penting kenyang dulu kalau saya mah.

Walaupun saya tidak melewatkan sayuran, buah, dan tentunya sekarang lebih rajin minum susu, ASI Booster saya juga masih menyimpannya. Ada yang bentuk kapsul. Ada yang bentuk susu. Saya baru tahu ada juga yang bentuk teh yang siap seduh. Lebih praktis ya dibandingkan susu. Apalagi susu kedelai buat ASI Booster rasanya beda banget sama susu kedelai yang biasanya saya minum. Nggak tahu apa sih isinya. Kadang saya mikir, kalau saya minumnya susu keledai aja boleh nggak ya? Biar enak di lidah. Hahahaha...

Dari beberapa artikel yang saya baca sih sebenarnya ASI diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi. Selama bayi kita menyusunya ASI tanpa tambahan asupan yang lain produksinya akan tetap banyak. ASI mendapatkan sinyal yang sesuai dengan yang seharusnya. Itu yang saya rasa menyebabkan teman saya 'kehabisan' ASI di payudaranya saat anaknya masih di bawah 6 bulan. Padahal seharusnya anaknya masih minumnya ASI. Tanpa tambahan makanan atau susu formula. Sayangnya dia sejak awal sudah memberikan susu formula pada bayinya sehingga dia terbiasa minum dengan mudah dari botol.

Minum ASI dengan susu formula tuh beda banget lho ternyata. Kalau dari botol bayi nggak butuh perjuangan beda dengan dari payudara. Keluarnya juga nggak kayak air susu dari botol. Sekali saja dia merasa nyaman dengan susu formula dari botol dia akan lebih memilih untuk menyusu dari botol saja tidak mau menyusu ke payudara.

Satu alasan terbesar saya tidak memberikan empeng atau botol susu sejak awal kelahirannya sampai dia benar-benar pintar menyusu. Usianya hampir empat bulan baru dia mengenal botol susu. Itu pun karena saya harus kuliah dan dia minum ASIP yang sudah saya siapkan sebelumnya. Sebenarnya sih lebih suka dia minum dari sendok saja tapi karena di rumah pada kerepotan kalau nggak pake botol susu, saya mengalah deh. Asalkan dia masih mendapatkan asupan ASI ya nggak masalah.

ASI saya nggak boleh berhenti sampai dia benar-benar berusia 6 bulan. Saya bahkan tidak berencana menghentikan asupan ASI-nya walaupun Raza sudah mendapatkan tambahan makanan pendamping ASI. Dia boleh menyusu sampai dua tahun atau lebih.
 

All That Glitter is Not Gold


Kehidupan itu luas, Nak. Luas sekali. Satu di antara bagian kecil kehidupan manusia ya di jenjang pendidikan yang dia jalani. Namun terkadang saya tak habis pikir dengan orang yang terlampau membesar-besarkan bagian kecil ini. Terlalu banyak menghabiskan energi hanya untuk bagian kecil kehidupannya.

Mengapa kita tak memikirkan untuk 10 atau 20 tahun ke depan. Bukan hanya memikirkan hari ini saja. Kalau memang ingin bersenang-senang dalam hidup ya jangan banyak mikir sih sebenarnya. Tapi sebagai seorang perempuan dewasa. Cukup deawas lah ya. Bolehlah disebut sebagai seorang wanita dewasa yang akhirnya mulai menemukan jati dirinya sendiri.

Banyak gejala sosial yang saya jadikan pembelajaran kehidupan ini. Misalnya dengan orang-orang yang punya kondisi kejiwaan yang mengganggu kehidupan orang lain. Saya tak akan menyebut mereka gila sih. Karena gila punya porsi yang berbeda lagi dengan gangguan kejiwaan semacam ini. Setiap dari kita sebenarnya punya gangguan kejiwaan. Bukan GILA. Harus ditekankan sekali nih bagian ini.

Pasti ada 'ciri khas' diri kita yang menjadi identitas di mata orang lain. Semoga saja bukan sebagai identitas yang dicap buruk karena banyak orang yang bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kemudian, ada orang yang tak ingin berubah dari kondisi kejiwaannya yang sekarang. Padahal itu cukup mengganggu banyak orang. Saya rasa kalau ada orang yang nggak suka sama kita itu biasa. Sebab kita tak akan pernah bisa menyenangkan banyak orang sekaligus. Apalagi kita punya keterbatasan yang tak membuat kita menjadi manusia super yang bisa segalanya.

Satu hal yang harus kita ingat adalah saat ada banyak sekali orang yang merasa nggak nyaman dengan keberadaan kita. Itu artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan diri orang lain. Saya dulunya berpikir bahwa haters itu ada karena mereka iri dengan kehidupan saya, tapi setelah saya menjadi diri saya yang sekarang yang tak lagi membuat dia tak nyaman dengan keberadan saya, akhirnya dia tak lagi peduli dengan keberadaan saya.

Artinya adalah orang yang nggak suka dengan kita itu bisa membuat kita menjadi orang yang jauh lebih buruk dari yang dia nggak suka sebelumnya atau bisa menjadikan kita orang yang lebih baik karena kita banyak berkaca setelah dibenci oleh orang lain.
 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design