21 September 2015

Tips Merawat Alat-Alat Make Up



Setiap harinya saya memang menggunakan make up untuk berdandan sehingga saya punya beberapa alat make up untuk memudahkan saya mendandani diri saya sendiri. Ngomong-ngomong soal alat make up nih ada perawatan tersendiri yang harus dilakukan. Ini untuk menjaga kebersihannya sebab alat-alat makeup yang digunakan pastinya mengandung kotoran dan jika digunakan di wajah akan menimbulkan masalah yang baru. Kotoran yang ada di alat-alat make up bisa jadi adalah sisa make up kita sendiri, sel kulit yang sudah mati, debu, atau juga keringat kita sendiri. Sehingga butuh pembersihan untuk memastikan alat make up yang kita miliki aman untuk digunakan.

Kalau kita membiarkan kotoran terus menempel di alat-alat makeup yang selalu kita gunakan setiap hari nantinya kotorannya bisa pindah ke kulit wajah kita lho. Ini yang nantinya bisa menyebabkan kulit berjerawatan, gatal, atau bahkan penyakit kulit yang lainnya. Teman-teman tentunya nggak kepengen muncul masalah seperti ini bukan? Nah buat yang selama ini kurang memperhatikan kebersihan dari alat make upnya sudah saatnya ya untuk memberikan waktu khusus untuk membersihkan semua alat make up di rumah.

Tips membersihkan alat-alat make up nggak perlu cari yang mahal-mahal kok. Ada beberapa produk perawatan wajah atau tubuh bahkan rambut yang bisa kita gunakan sebagai pembersihnya. Simak daftarnya berikut ini.

  1. Facial Foam atau Sabun Wajah
    Kandungan facial foam sangat lembut untuk wajah kita. Tentu saja ini juga akan sangat aman untuk alat make up yang akan kita bersihkan.
  2. Shampoo
    Pembersih lainnya yang bisa digunakan adalah shampoo terutama shampoo bayi karena memang mengandung kelembutan yang aman untuk peralatan make up.
  3. Minyak Zaitun dan Sabun Cuci Piring
    Dua bahan ini apabila dicampurkan juga bisa jadi solusi yang baik untuk membersihkan alat-alat make up. Sabun cuci piring mengandung antibakteri dan minyak zaitun bsia sebagai pelembut dan tidak akan merusak alat make up kita.


Sekarang cara membersihkannya. Khususu untuk alat make up yang beruap kuas atau sikat dapat dibasahi dulu dengan air hangat yang mengalir. Jangan direndam ya teman-teman, karena kotoran tak bisa menghilang kalau hanya direndam. Selain itu proses perendaman juga bisa membuat bulu kuas mudah sekali rontok. Bersihkan kuas dengan menempatkannya di bawah kucuran air. Ini akan membuat kotoran hilang bersama aliran air yang membasahinya. Pastikan hanya bulu kuas yang kena air bukan gagangnya. Sebab biasanya gagang kuas dibuat dari logam dan bisa membuat karatan jika terkena air.

Lalu alat yang berupa sponge dapat dibersihkan dengan membasahi seluruh bagiannya dan bubuhkan pembersih. Lalu ditekan-tekan hingga keluar busanya. Kalau sudah bersih bilas dengan air mengalir. Letakkan semua peralatan yang sudah dicuci untuk mengeringkannya secara alami. Tidak perlu menggunakan pengering. Pastikan semua alatnya sudah benar-benar bersih sebelum digunakan. Sebab penggunaan alat make up yang masih lembab bisa membuatnya menjadi bau. Perawatan alat make up paling ideal dilakukan sebulan sekali minimalnya. Namun penggunaan yang lebih sering tentu saja lebih sering juga perawatannya.
 

Gejala dan Jenis-jenis Penyakit Hepatitis



Hepatitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada organ hati. Penyakit ini dapat disebabkan karena serangan racun, pengguna alkohol berat, obat-obatan tertentu serta infeksi yang diakibatkan oleh virus atau bakteri. Hepatitis ini terbagi dalam jenis-jenis penyakit dengan tingkatan berbeda. Karena siklus penyebaran dari hepatitis tergolong cukup lama, umumnya seseorang yang terinfeksi penyakit ini tidak menyadarinya. Padahal jika tidak segera ditangani dengan tepat, maka hepatitis akan semakin parah dan juga dapat menular ke orang-orang di sekitarnya.

Hingga saat ini, ragam jenis penyakit hepatitis ini dibagi menjadi 5, yaitu:

  1. Hepatitis A (menular melalui air dan makanan yang terinfeksi HAV).
  2. Hepatitis B (dapat menular melalui hubungan intim, transfusi darah dan produk darah yang mengandung HBV).
  3. Hepatitis C (menular melalui darah dan memicu terjadinya kanker).
  4. Hepatitis D (infeksi eksklusif pada penderita penyakit hepatitis B).
  5. Hepatitis E (menular melalui konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi virus HEV).

Sementara gejala jenis-jenis penyakit hepatitis tersebut umumnya akan muncul setelah 2 hingga 3 bulan terinfeksi. Bahkan gejala-gejala yang muncul cukup bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah. Tanda dan gejala yang muncul antara lain:

  1. Urin berwarna gelap.
  2. Nyeri pada area perut.
  3. Nyeri pada persendian.
  4. Sering mual serta muntah.
  5. Kehilangan nafsu makan.
  6. Tubuh merasa lemah serta cepat kelelahan.
  7. Warna kulit dan bagian putih mata akan berubah menjadi kuning.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design