13 April 2015

Mari Ngeblog Pagi


Ternyata malam hari sekarang lebih banyak saya habiskan untuk tidur. Sedangkan siang hari habis pulang kuliah juga lebih sering saya habiskan untuk berbaring dan memejamkan mata, itu juga kadang tidur kadang hanya mengistirahatkan tubuh saja. Jadi sekarang saya mengubah jadwal ngeblognya menjadi pagi saja, sebelum berangkat kuliah. Syukur-syukur bisa membayar hutang postingan sebelumnya. Namun setidaknya postingan hari ini bisa tercukupi jumlahnya.

Ini saya juga menulis dengan mata setengah mengantuk. Padahal sudah mandi. Berusaha sekarang untuk tidak tidur sampai matahari terbit dengan terangnya. Melawan ngantuk dengan keramas setiap pagi. Setidaknya jangan sampai telat pergi ke kampus. Supaya bisa sarapan telor goreng dengan nasi hangat. Sebagai ibu hamil saya memang tidak terlalu rewel soal makan. Sarapan pagi dengan telor kocok yang digoreng saja saya bisa makan sampai dua piring.

Ngeblog pagi-pagi begini tantangannya selain agak mengantuk ya liat-liat jam terus. Takutnya sudah mendekati jam buat ke kampus. Untungnya hari ini masih sekitar 1 jam lebih bisa saya manfaatkan buat menulis di blog baru bersiap-siap sarapan, dandan, dan berangkat ke kampus. Padahal dulu saya jarang sekali menulis pagi-pagi begini. Sebab inspirasi datangnya lebih banyak tengah malam. Sekarang tak perlu lagi bicara soal inspirasi menulis deh. Pokoknya menulis saja kapan saya bisa dan posting di blog.

Masalah bagus enggaknya. Ngehits enggaknya urusan nantilah ya?

Ngidam Kindle



Ini mah alasean banget ya kalau mengatasnamakan ngidam untuk mendapatkan kindle. Sebenarnya memang sudah lama melirik benda yang satu ini. Tapi saya ya gitu orangnya. Kalau barang itu nggak terlalu akan menghasilkan uang agak keterlaluan mikirnya buat beli. Apalagi kalau sudah ngomongin soal beli yang harganya jutaan. Suka sayang aja sama uang yang sudah susah payah dicari. Apalagi dikeluarkan cuman buat sebuah pembaca buku elektronik. Walaupun sebenarnya saya rasa fungsinya akan lebih maksimal untuk meningkatkan aktivitas baca saya setiap harinya. Sebab kindle bisa dibawa ke mana-mana dan bisa memuat banyak buku elektronik.

Ada liat sih kindle yang second, jadi harganya lebih murah, jauh lebih murah dibandingkan yang masih baru buka bungkus. Tapi masih harus mikir lagi buat beli. Kecuali dagangan saya laris manisnya keterlaluan bulan ini. Baru deh boleh beli kindle. Sekalian deh beli yang baru kalo gitu. Hehehe...

Semenjak segalanya sudah berbentuk elektronik, memang aktivitas membaca buku saya dibandingkan dulu jauh sekali berkurangnya. Beda dengan waktu masih kecil. Saya bisa melahap banyak sekali buku. Sekarang sih ada beberapa buku elektronik yang saya cetak buat keperluan mendongengi janin. Namun ukurannya yang tebal membuat saya kadang kesulitan membawanya di dalam tas. Sebab saya mendongenginya bukan di rumah sih. Melainkan di kampus. Sambil memperbaiki pronounce saya dalam berbahasa Inggris.

Kindle tentunya juga akan menjadi teman yang sangat setia terhadap banyak buku bahasa Inggris yang bisa diunduh secara gratis. Terutama buku dongeng yang sudah dicetak ratusan tahun yang lalu. Eh ngomong-ngomong apa ya buku pertama yang dicetak di dunia ini? Kalau di Indonesia ada yang tahu nggak?
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design