7 April 2015

Kukutuk Kau Menjadi Batu

 

Fairy Tales



Akhirnya saya menemukan dua buku yang layak buat dicoba dibacakan pada janin yang masih saya kandung. Sudah diprintout tinggal dijilid saja. Sebenarnya ada tiga tapi buku yang ketiga susah sekali buat diselesaikan cetakannya. Akhirnya yang selesai hanya dua buku, yaitu Grimm's Fairy Tales sama The Japanese Fairy Book. Dibacakannya pakai suara dan harapannya bisa didengar sama sang janin dan saya bisa memperlancar bahasa Inggris saya.

Harapan saya sih semoga nantinya anak ini suka membaca seperti saya dan saudara saya. Bahkan kedua orang tua saya. Buku itu menjadi sahabat yang sangat berharga bagi kami. Saya dulu bisa menghabiskan seharian dengan membaca buku. Untungnya saya tidak perlu menggunakan kaca mata hingga sekarang. Masih normal saja mata saya.

Saya tak pernah bertanya apakah dulu ibu saya suka membacakan buku cerita sewaktu saya masih di dalam kandungan. Saya sebenarnya berharap ibu saya mau bercerita banyak tentang saat-saat dia hamil atau melahirkan kami semua. Sayangnya ibu saya bukan orang yang cukup ekspresif untuk mengatakan itu semua. Beda dengan Abah dan saya yang suka sekali menceritakan banyak hal di dalam kehidupan kami kepada orang lain.

Bisa bercerita banyak rasanya menyenangkan. 

Kurangi Konsumsi Garam Selama Hamil


Dia bulan terakhir ini saya memang kurang suka makanan asin. Ternyata itu ada hubungannya dengan kandungan saya. Ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak garam. Dikhawatirkan nantinya akan hipertensi dan mengganggu kesehatan janin. Apalagi kalau yang rencananya lahiran normal seperti saya. Untungnya bayi ini sudah memberikan sinyal kalau dia tidak ingin saya memakan makanan asin di trimester terakhirnya. Saya malah lebih suka makan yang manis walaupun tak begitu manis sebenarnya. Saya makin suka makan buah atau cokelat.

Buat yang sekarang sedang mengandung ada baiknya mengurangi konsumsi garam. Apalagi makanan instant. Biasanya makanan instant terlalu banyak mengandung garam. Kurang baik buat kandungan kita. Kita pastinya ingin melahirkan bayi yang sehat dan kuat bukan?
 

Begitu Jelas, Begitu Nyata


Tadi saya ke dokter kandungan lagi. Memeriksakan kondisi janin di dalam perut yang bulan depan akan segera hadir di tengah-tengah keluarga kecil kami. Mengingat akan ada sosok kecil yang menghangatkan rumah rasanya saya sudah tidak sabar. Posisinya juga sudah berada di jalan lahir walaupun belum masuk sepenuhnya. Namun yang pasti sudah tidak sunsang atau melintang lagi seperti beberapa bulan lalu.

Semoga prakiraan dokter lahirannya pertengahan Mei itu benar adanya. Sebab saya harus menyelesaikan UTS di kampus dulu sebelum lahiran. Kalau sudah selesai semuanya baru deh mikirin lahiran. Sekarang berat janinnya juga sudah 2.2kg. Semoga tidak banyak bertambah dalam hitungan 5-6 minggu ini. Setidaknya jangan sampai lebih dari 3.5kg. Tak terbayangkan harus mengeluarkan janin sebesar itu. Walaupun Mak De, istri Pak De saya melahirkan anak bungsunya sekitar 4kg. Itu bayi besar sekali. Baru lahir sudah terlihat seperti bayi 2-3 bulan.

Oiya, tadi saya bisa melihat alat kelaminnya dengan jelas sekali. Benar-benar ditunjukkan oleh bayi kecil saya alat kelaminnya yang cukup panjang dan besar. Sudah tahulah ya itu alat kelamin bayi laki-laki? Heheheh... Sepertinya dia akan lebih mirip saudara laki-laki saya yang punya alat kelamin jantan yang cukup panjang dan besar sedari bayi.

Gerakannya juga sangat aktif, bahkan saat saya masih terlelap tidur dia dengan senangnya menendang ke sana ke mari. Dari banyak keluhan yang saya rasakan sebenarnya saya tidak begitu merasakan sakit pinggang seperti kebanyakan ibu hamil lainnya. Cuma memang perut saya yang besar ini sedikit menghalangi saya untuk duduk terlalu lama di depan PC.
 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design