22 Maret 2015

Sekarang Dollar Kan Mahal!


Ingat sekali waktu pertama kali membuka usaha perpanjangan Whatsapp. Tak jarang banyak yang menawar dagangan saya ini. Mulai dari yang minta diskon atau minta gratisan kalau dia berhasil mempromosikan layanan perpanjangan Whatsapp saya. Namanya usaha pasti ada sandungan-sandungan kecil yang harus dihadapi ya. Tetapi semakin ke sini, sudah tak ada lagi yang menawar jasa yang mereka butuhkan untuk perpanjangan Whatsapp. Apalagi mengingat harga yang saya patok masih harga yang lama.

Perpanjangan 1 tahun masih 20.000, 3 tahun 50.000, dan 5 tahun 75.000. Sekarang dollar kan mahal ya? Makanya sudah tak banyak yang komplain soal harga yang saya tetapkan. Sebenarnya bisa saja sih menaikkan harganya, mengingat semua harga barang sekarang pada naik. Tapi masih ada keuntungan yang saya dapatkan dengan harga lama ini. Setidaknya untuk perpanjangan di atas 1 tahun. Kecuali kalau dollar naiknya lebih tinggi lagi dari yang sekarang, mau nggak mau harga perpanjangan Whatsapp juga akan mengikuti kenaikan tersebut.

Memangnya hanya BBM yang bisa naik terus harganya ya?

Melihat masih banyaknya orang yang menggunakan jasa saya untuk memperpanjang Whatsapp dapat saya simpulkan bahwa banyak sekali orang yang puas dengan pengirim pesan yang satu ini dibandingkan yang lain. Apalagi beberapa layanan pesan yang berbayar juga saya ketahui ternyata menerapkan harga yang cukup tinggi. Beda dengan Whatsapp yang masih mengenakan tarif $0.99/tahunnya.

Mau perpanjang Whatsapp? Ke sini aja ya! 085213626011 

Basa-Basi-nya Basi!


Mengapa orang suka sekali berbasa-basi? Biar lebih sopan atau menjadi orang yang menyebalkan? Kalau untuk menjaga kesopanan saya sangat maklum. Di Indonesia sendiri masih sangat menjunjung tinggi soal kesopanan bukan? Masih dong ya? Tetapi terkadang banyak sekali basa-basi di dunia ini yang semestinya tidak perlu digunakan. Tak perlu saya sebutkan satu persatu deh. Sebab saya yakin semua dari kita pernah merasakan dibasa-basiin seseorang tetapi merasa terganggu dengan basa-basi tersebut.

Haruskah saya menyebutnya basi aja? Bukan basa-basi lagi?

Ada saatnya kita tak perlu menggunakan basa-basi jika pada akhirnya itu mengganggu ketentraman hidup orang. Lebih baik diam saja daripada menggunakan basa-basi yang tak perlu. Apalagi kalau sampai hal tersebut membuat seseorang menjadi tidak tenang. Tak terbayangkan bahwa basa-basi yang menurut kita sangat sederhana, kita ucapkan sambil lalu, kemudian mengusik hidup orang itu? Itulah kita manusia. Terkadang kita lebih suka berbicara dulu baru berpikir. Ujung-ujungnya hal tak penting yang kita keluarkan dari mulut kita malah menjadi bencana buat orang lain.
 

Tanda Merah di Dahi Perempuan India


Sejak kecil di rumah saya sering sekali menonton film Bollywood bersama Uwan dan tetangga terdekat. Biasanya memang tetangga dekat rumah Uwan senang mampir ke rumah saat film Bollywood di tayangkan. Waktu itu saya malah belum sekolah SD. Setiap akhir pekan memang selalu ada film Bollywood yang tayang di TV 2 dan TV 3. Di Jawai, kampung saya, memang siaran dari negara tetangga yang bisa ditangkap dengan antena biasa. Paling beruntung bisa mendapatkan TVRI itu pun dengan tampilan yang sama sekali sulit untuk ditonton. Berbeda dengan siaran dari TV 1, TV 2, dan TV 3. Itu sebabnya saya sudah terbiasa sekali dengan bahasa Melayu Malaysia dan juga film yang ditayang di negara mereka.

Banyak sekali film serial luar negeri yang saya tonton waktu itu. Mulai dari opera sabun telenovela, sitkom, sampai film serial remaja. Semuanya melekat di dalam kepala saya dnegan sangat baik. Waktu masih di sana saya tak pernah kesulitan menemukan film yang enak untuk ditonton. Berbeda sekali dengan pertelevisian Indonesia. Kadang saya bingung harus menonton siaran dari televisi yang mana, setidaknya yang tak begitu buruk. Ujung-ujungnya saya membuka televisi lokal yang menayangkan orang mengaji atau salat. Habis rasanya tak ada tayangkan yang bisa ditonton dengan perasaan tenang.

Memang sudah saatnya berpindah ke TV kabel dan menikmati film yang jauh lebih berkualitas dari tayangan yang ada di frekuensi publik negeri ini.

Nah sebenarnya saya teringat waktu kecil saya beranggapan bahwa tanda yang ada di dahi wanita India itu warnanya hitam. Gara-garanya televisi yang kami gunakan untuk menonton pada masa itu memang yang hitam putih. Tak jelas warna apa sebenarnya yang ada di dalam televisi tersebut. Sehingga ketika mampir ke rumah tetangga yang punya televisi warna rasanya sudah merupakan sebuah kemewahan. Setelah bertahun-tahun menonton menggunakan televisi hitam putih saya baru sadar bahwa tanda bulat yang di pasang di dahi wanita India itu warnanya merah. Hahahaha.... saya lupa dengan televisi di rumah yang hitam putih.
 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design