20 Maret 2015

Jangan Gunakan BC Untuk Berjualan Online

Selalu menggunakan BC untuk berdagang online? Terutama di BBM? Paling banyak menemukan BC sih memang di BBM walaupun pernah juga dapat BC dari Whatsapp. Saya sendiri tidak suka mengirimkan BC apalagi menerima. Saya yakin betul banyak orang di luar sana yang memiliki pandangan yang sama seperti saya. Sebab BC itu pesan massal. Siapa yang suka disamakan dengan orang lain melalui pesan massal? Apalagi kalau isinya dagangan. Percaya deh nggak ada yang menyukai bentuk monoton dari iklan.

Coba kita lihat berbagai iklan di televisi. Dikemas dengan apik seakan-akan itu bukan iklan. Bahkan banyak pula iklan yang seperti mini seri yang punya cerita yang menyentuh emosi. Entah itu sedih atau bahagia. Bahkan tak jarang iklan yang menyentil sisi lain dari diri kita. Banyak juga yang unik dari iklan yang ditayangkan di layar kaca.

Tentu saja masih banyak yang tak sadar soal 'gangguan BC' yang mereka lakukan melalui pesan massal dagangan tersebut. Soalnya saya sendiri masih sering menerima BC dagangan. Mau BC-nya setiap hari sekali, seminggu sekali, atau sebulan sekali, mendingan jangan dibiasakan deh mengirimkan BC buat dagangan. Bahkan terkadang banyak juga BC yang isinya hoax atau bahkan tak jelas tujuannya apa. Sebab saya sering menerima BC promo pin bbm orang. Kalau saya tidak menggunakan BBM untuk pelanggan setia saya yang memang hanya punya BBM (selain SMS dan telpon) buat komunikasi sudah lama sebenarnya saya ingin menghapus aplikasi ini. Habisnya ya banyak sekali orang yang suka BC.

Akhirnya mau tidak mau saya yang harus rajin menghapus orang satu demi satu dari daftar kontak. Terutama buat spammer BC. Haduh pesan yang nggak guna buat kehidupan saya kok dikirim massal ke semua kontak sih? Menyebalkan juga jadinya punya BBM. Padahal niatnya buat cari uang dan komunikasi penting. Tapi banyak sekali orang yang kurang bijaksana menggunakannya.
 

Menghapus Lipstik



Setiap selesai beraktivitas di luar rumah saya memang senang sekali membersihkan wajah saya. Terutama di bagian bibir. Soalnya bibir saya memang butuh perawatan ekstra dibandingkan bagian wajah lainnya. Mudah sekali kering dan pecah-pecah. Apalagi kalau sedang panas dalam dapat dipastikan saya harus banyak-banyak minum air putih dan biasanya saya tambah lagi dengan Pocari Sweat. Itu sebabnya saya selalu tidak ingin mengenakan lisptik terlalu lama. Lebih suka menghapusnya setibanya di rumah.

Dulu saya tidak begitu memperhatikan perawatan bibir. Sehingga sempat bibir saya warnanya agak gelap. Apalagi saya suka ganti produk pemerah bibir. Tanpa tahu kandungannya aman atau tidak untuk bibir saya. Memang dulu tak ada yang mengajari soal make up sih jadinya ya coba apa aja produk yang dijual di pasaran atau yang sedang banyak diiklankan di televisi. Pantas saja ya banyak produsen yang tak henti-hentinya promosi di berbagai media untuk menggaet pembeli. Sebab ketika iklan dihentikan produknya bisa dilupakan atau ditinggalkan orang.

Alhamdulillah sekarang dengan penggunaan produk pemerah bibir yang tepat dan pembersih make up yang benar, bibir saya warna alaminya sudah kembali. Apalagi saya rajin menggunakan pelembab bibir setiap hari supaya bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah. Jika di rumah ada madu juga bisa digunakan sebagai pelembab atau masker bibir saat malam hari. Dulu saya pernah beranggapan lipgloss adalah pelembab bibir karena bentuknya yang cair dan seakan-akan bisa melembabkan bibir. Ternyata sama sekali bukan pelembab bibir melainkan sejenis pewarna bibir juga kayak lipstik.

Saya jadi ingat dengan teman ibu saya di kampung sana yang tidak memahami soal perawatan bibir dan mengabaikan soal pembersihan bibir dari lisptik yang dia gunakan setiap harinya. Ditambah lagi dengan produk lipstik yang digunakan adalah yang mengandung bahan kimia berbahaya. Hasilnya bibirnya lama-lama menjadi kering dan gelap. Serupa dengan bibir seorang perokok berat. Padahal dia sama sekali bukan perokok. Setelah disarankan untuk mengganti produk lipstiknya dan menggunakan pelembab Tendercare setiap hari dari Oriflame, barulah warna alami bibirnya kembali dan tentu saja setiap selesai beraktivitas di luar rumah dia juga tak lupa membersihkan sisa make up di wajahnya dan di bagian bibirnya.

Apabila teman-teman punya masalah yang sama dengan bibir mendingan rajin-rajin deh mulai sekarang untuk membersihkan sisa lipstik dan merawat bibir dengan pelembab yang tepat. Selain ini baik untuk kesehatan bibir, tentunya kita tidak ingin warna alami bibir kita tertutupi oleh sisa lipstik yang menumpuk dan akhirnya membuat warna bibir menjadi gelap.
 

Hati-Hati Belanja Online?


Sebagai pedagang online tentunya ini jadi sesuatu yang cukup mengganggu ya. Saya sendiri tidak hanya berjualan online tetapi juga sering belanja online. Sehingga mendapatkan peringatan seperti itu kesannya jadi serasa anak kecil yang baru belajar berjalan dan sedang dipegangi. Katakanlah niat orang yang mengingatkan kita sebenarnya baik. Tapi dari mana asalnya dia kekeuh mengingatkan kita untuk berhati-hati berbelanja online?

Menurut saya ini orang pasti pernah ditipu secara online, makanya dia seakan-akan melarang orang lain untuk berbelanja online dengan mengatakan 'hati-hati belanja online, banyak penipuan'. Pernah tertipu sekali bisa jadi membuat dia jera bertransaksi secara online. Sepanjang pengalaman saya berbelanja secara online, alhamdulillah sampai sekarang saya selalu bertemu dengan penjual yang bukan penipu. Memang banyak sekali orang yang menipu secara online di luar sana. Tapi untuk berbelanja online kita bisa kok membandingkan harga barang yang dijual untuk mengantisipasi penipuan.

Jangan tergiur dengan harga barang yang terlampau miring dengan iming-iming ini itu. Banyak orang yang gampang sekali mentransfer uang kepada penjual yang tidak dikenalnya karena merasa sedang beruntung mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga sangat murah. Padahal harusnya kita curiga. Bukannya orang dagang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya? Bagaimana ceritanya kalau ada pedagang yang menunjukkan itikad sebaliknya?

Cek reputasi toko. Untuk mengetahui reputasi sebuah toko online kita bisa googling kok. Karena apabila toko online tersebut sudah pernah melakukan penipuan sebelumnya, akan ada banyak orang yang akan menuliskannya di internet. Tidak akan semudah itu membungkam orang yang sudah ditipu. Lain cerita kalau belanjanya di sosial media. Saya sendiri jarang belanja di akun sosial media orang secara sembarangan. Terutama facebook. Facebook adalah tempat terakhir yang akan saya pilih untuk bertransaksi. Sebab facebook memang paling rawan. Wajar kalau banyak orang yang tertipu di facebook. Biasanya para penipu ini mengambil akun orang lain yang temannya sudah banyak lalu menandai dagangan ke semua orang di akun tersebut untuk menebar umpan.

Berbelanjalah di tempat yang menggunakan rekening bersama. Banyak kok tempat pedagang berkumpul dan keamanan uang kita terjamin. Saat penjual tidak mengirimkan barangnya, uang kita akan dikembalikan oleh admin yang memegang akun rekening bersama tersebut.

Dibandingkan mengingatkan orang untuk hati-hati berbelanja online, mendingan bilangnya, hati-hati memilih toko online. Tapi ketika kita mudah ditipu bukan berarti orang lain juga akan ditipu dengan mudah kok oleh pelaku. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design