15 Maret 2015

Jangan Sok Tahu


Entah mengapa di facebook saya ada beberapa orang, untung bukan semuanya ya, yang suka komen dengan sok tahunya terhadap sesuatu hal yang saya posting. Itu sih yang sekarang cukup membuat saya malas posting apa-apa di facebook. Apakah karena mereka beranggapan saya seorang perempuan ya? Apa perempuan sedemikian tidak tahunya terhadap suatu hal? Misalnya nih saya bikin postingan di blog mengenai sesuatu dan entah dia baca atau enggak, tiba-tiba aja komen dengan sok tahunya di facebook saya. Kayaknya sih belum baca ya?

Biasanya saya kalau menemukan masalah soal blog saya akan membuat postingan cara mengatasinya. Tentunya saya sudah membaca banyak tutorial sebelum akhirnya bisa mengatasinya sendiri. Nah orang yang sok tahu ini kemudian memberikan solusi. Padahal apa dia nggak mikir gitu kalau saya sudah buat postingannya, artinya saya sudah berhasil menyelesaikannya. Dan anehnya lagi dia beranggapan bahwa cara yang dia berikan adalah benar. Sayangnya apa yang dia sebutkan sudah saya coba dan gagal. Wong itu cara termudah dan ternyata nggak bisa. Masak saya nggak tahu kan?

Tapi ya sudahlah, saya malas sih balas komen orang yang sok tahu. Jadinya saya diamkan saja. Soalnya makin dibalas makin panjang bahasannya. Mendingan waktu buat balas komennya saya habiskan buat bayar utang di blog yang ternyata masih numpuk. Hihihihi....


Token Bank Mandiri


Sepertinya memang harus segera menyempatkan diri lagi mampir ke Bank Mandiri. Walaupun sebenarnya capek juga berkali-kali ke beberapa Bank Mandiri dan tak mendapatkan token yang saya butuhkan. Saya kehilangan token ebanking Mandiri saya itu sekitar tahun 2012. Lupa nyecer di mana. Karena saya punya token BCA saya tak begitu memikirkan token yang hilang tersebut. Tetapi pembayaran Oriflame yang membuat saya harus punya token Mandiri lagi. Soalnya repot sekali rasanya harus bolak-balik ke ATM. Kemarin sih waktu kandungan belum sebesar ini tak begitu pusinglah musti ke ATM.

Beda sekali dengan sekarang. Usia kandungan sudah lebih dari 7 bulan. Sudah saatnya memang memikirkan untuk punya token Mandiri lagi. Setiap kali saya ke Bank Mandiri sih alasannya mereka belum punya stok token lagi. Tapi masak sih sampai bertahun-tahun nggak ada token yang tersedia kan? Sebel juga jadinya. Apalagi alasan terakhir dari CS Bank Mandiri karena tak ada satu token pun yang bisa digunakan alias tidak terkoneksi dengan ebanking Mandiri. Harusnya kan masalah ini cepat mereka tanggulangi supaya reputasi mereka sebagai sebuah bank tetap terjaga.

Besok saya harus datang ke sana lagi untuk membeli token. Biaya penggantian token hilang Rp100.000. Kalau pertama kali beli sih Rp20.000. Lebih mahal memang dibandingkan BCA yang hanya mematok harga Rp10.000 untuk tokennya. Mudah-mudahan sih tokennya sudah ada dan saya tak perlu menunggu tahun depan lagi buat punya token. Apa saya harus nyap-nyap panjang lebar biar mereka tahu betapa saya butuh dengan token Mandiri ini? Soalnya pembayaran BPJS juga bisanya melalui ebanking Mandiri.

Dua token bank yang saya pegang sekarang sama sekali nggak bisa digunakan untuk pembayaran otomatis BPJS dan Oriflame masalahnya. Merepotkan sekali bukan? Seandainya punya token Mandiri saya kan nggak perlu bolak-balik mesin ATM yang letaknya bukan di sebelah kamar saya untuk membayar dua hal tersebut. Ah ini ceritanya cuma ngomel ya? Maapkan... Hehehehe
 

Asrama Sambas Muare Ulakan


Di Pontianak, mahasiswi yang berasal dari Kabupaten Sambas bisa mendaftar di Asrama Muare Ulakan yang terletak di Jalan Sepakat 2. Tak jauh dari rumah susun mahasiswa Untan. Tapi yang namanya asrama tentunya peraturannya berbeda dengan peraturan yang ada di kost mahasiswa. Jauh lebih ketat sih yang saya dengar. Saya sendiri belum pernah tinggal di asrama karena untuk masuk asrama mahasiswi Sambas ini bukan hal yang mudah. Bukan tinggal daftar dan langsung diterima. Kalau nggak salah mereka menerapkan seleksi segala. Daripada saya buang waktu buat seleksi dan belum tentu bisa masuk asrama tersebut saya pikir jauh lebih baik saya tinggal di kost putri terdekat saja.

Biaya di asrama mahasiswi Sambas jauh lebih rendah dibandingkan biaya sewa kamar kost. Waktu angkatan saya dulu masuk asrama kalau nggak salah mereka hanya membayar 5.000/bulannya. Itu untuk air dan listrik. Beda dengan kost. Saya setiap tahunnya menghabiskan lebih dari 1juta rupiah untuk satu kamar. Bahkan sekarang rata-rata sudah di atas 2juta untuk satu kamar kost yang letaknya masih tak begitu jauh dari kampus. Bahkan untuk kamar kost yang fasilitasnya lebih lengkap bisa lebih mahal lagi. Intinya ada rupa ada hargalah ya?

Selain asrama khusus untuk mahasiswi dari Kabupaten Sambas masih banyak sih asrama anak daerah lainnya. Seperti Kapuas Hulu, Sanggau, Ketapang, dan lain-lain. Untuk asrama lainnya sih saya kurang tahu bagaimana sistem penerimaannya dan bayaran air listriknya. Cuma yang namanya asrama tentu akan lebih terjangkau dibandingkan harus bayar sewa kost. Itu sebabnya di Pontianak, membuka usaha kamar kost adalah sesuatu yang cukup menjanjikan. Mengingat banyak sekali mahasiswa yang berasal dari daerah yang butuh tempat tinggal selama menjalani pendidikan di sini. Belum lagi jumlah kuota yang dibuka juga bertambah. Sehingga akan lebih banyak mahasiswa yang diterima di berbagai kampus di Pontianak.

Sekarang juga banyak orang tua yang menyadari pentingnya memberikan pendidikan setinggi-tingginya untuk anaknya. Saya sendiri sih dulu hampir tidak kuliah karena Umak takut biayanya terlalu mahal. Untungnya di Untan waktu itu masih ada subsidi dari pemerintah dan saya bisa hidup hemat setiap harinya untuk urusan perut. Belum lagi saya berusaha keras untuk menambah uang jajan dengan membantu mengerjakan tugas teman-teman di kampus. Sekarang juga saya masih menjalani usaha-usaha yang dulu saya jalankan. Seperti jadi bagian tukang print atau tukang foto kopi. Lumayan buat nambah uang belanja. Hehehe...

Jadi buat teman-teman yang nantinya kuliah di Pontianak dan tinggal di asrama tak ada salahnya mencari celah untuk mendapatkan penghasilan. Tak perlu bekerja paruh waktu kok. Banyak bisnis modal kecil yang bisa dijalankan. Misalnya jual pulsa, tukang print, atau tukang foto kopi juga sudah cukup lumayan kok buat tambahan.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design