14 Maret 2015

Perpanjang Whatsapp Masih Harga Lama



Tak terasa sudah lebih dari dua tahun saya membuka jasa perpanjangan Whatsapp melalui blog ini. Buat yang butuh perpanjangan bisa langsung hubungi Whatsapp saya di 085213626011 ya. Tapi saya tidak melayani sesi perkenalan ya karena memang Whatsapp saya digunakan untuk bisnis. Bukan buat ngobrol dengan orang tak dikenal yang ingin kenalan. Apabila ingin tahu tentang saya bisa langsung follow beberapa akun sosial media saya atau baca blog ini sajalah. Soalnya kadang orang yang berada pada 'sesi perkenalan' ini cukup membuat kening saya berkerut.

Beberapa hari terakhir ini bahkan ada nomor asing dari luar negeri yang mengganggu saya. Nomor dalam negeri juga ada sih. Nggak tahu motivasinya apa. Seperti biasa saya akan 'mengusir' dengan halus untuk orang seperti ini bila memungkinkan. Tapi kalau tidak memungkinkan saya memang mau tak mau harus memblokirnya saja. Sebab selain menurut saya terlalu banyak basi-basi nggak jelas yang ujung-ujungnya juga nggak jelas, mereka suka menghubungi pada jam-jam yang tidak sopan. Kadang tengah malam bahkan dini hari. Saya sih biasanya sudah mematikan android saya sehingga pesan mereka tidak terkirim.

Jadi buat yang serius ingin bertransaksi perpanjangan Whatsapp nantinya to the point saja. Tak perlu repot basa-basi. Harganya juga masih harga yang sama seperti dua tahun yang lalu saya terapkan. Walaupun saya tahu sekarang harga dollar sudah melambung cukup tinggi. Masih bisa untuk sedikit tak mengapalah ya. Paling penting bisa membantu teman-teman yang kesulitan memperpanjang akun Whatsapp karena tak memiliki kartu kredit atau paypal. Saya sendiri menggunakan paypal untuk memperpanjang semua akun Whatsapp yang akan saya transaksikan.

Biayanya seperti di bawah ini.
  1. Rp20.000/tahun
  2. Rp50.000/3tahun
  3. Rp75.000/5tahun

Pembayaran bisa menggunakan tiga bank. Bank Mandiri, BCA, dan BNI. Apabila memang teman-teman tidak punya rekening bank tidak masalah, bisa membayar menggunakan pulsa kok. Tarifnya sama. 

Proud To Be Umak



Biar disebut norak atau kampungan, saya tidak perlu repot memilih panggilan yang tepat sebagai seorang Ibu. Sebab saya menginginkan panggilan seperti yang saya panggilkan pada Ibu saya. Umak. Tidak semua suku di Indonesia menggunakan panggilan ini. Satu di antara suku yang menggunakan Umak sebagai panggilan untuk Ibunya adalah suku yang berasal dari Sambas. Saya senang sekali jika nanti anak saya juga memanggil saya dengan panggilan yang sama.

Kayaknya sih suami saya bermasalah dengan panggilan itu. But hey, yang dipanggil itu kan saya kok dianya yang merasa terganggu ya? Hahahaha... padahal dia sendiri tak ingin anaknya memanggilnya 'bapak'. Padahal dulu dia memanggil ayahnya dengan panggilan 'bapak'. Dia malah ingin dipanggil 'Abah'. Sama seperti saya memanggil bapak saya sebagai Abah. Itu karena Abah dari Banjarmasin dan dia memang memanggil orang tuanya sendiri dengan sebutan Abah makanya dia juga menyebut dirinya Abah.

Dari kecil saya meyakininya begitu. Panggilan kita sesuai dengan cara kita memanggil orang tua kita. Jadi kalau kita akan menjadi Ibu, panggilan kita pada Ibu kita adalah yang akan kita terapkan. Begitu juga dari pihak laki-laki. Seperti adik laki-laki Umak saya, mereka dipanggil anaknya sebagai Ance'. Panggilan yang cukup jarang di dengar sebenarnya. Tapi demikianlah mereka menyebut Ayah di dalam keluarga dari pihak Ibu saya.

Jangan harap saya akan bangga disebut Mama atau Bunda karena sejak dulu yang saya inginkan hanya dipanggil Umak. Itu saja.

Original Ramen di Oishi Sepakat 2 Pontianak


Semenjak menikah dan sekarang hamil sebenarnya saya jarang makan di luar dan mencoba kuliner baru. Tapi karena kuliah dan kadang nebeng pulang sama teman sekelas, saya suka tuh ikut sama teman-teman mampir ke tempat mereka makan. Kebetulan mereka mengajak ke Jalan Sepakat 2. Ada tempat makan makanan Jepang di sana. Namanya Oishi. Di Pontianak yang menyediakan makanan Jepang memang tak banyak. Apalagi berharap menemukan sushi yang benar-benar serupa dengan aslinya. Paling yang disediakan sushi dengan ikan matang bahkan ayam. Di Oishi sendiri ada ramen. Teman-teman sukanya ramen original.

Sebelumnya saya pernah makan ramen di tempat yang lain dan kurang suka dengan rasanya. Nah karena teman-teman bilang yang di Oishi ramennya enak ya sudah ikutan coba deh walaupun sebenarnya saya lebih suka kalau ada sushi dengan ikan mentah. Kadang saya hanya bisa melihat orang makan sushi Jepang yang asli dari televisi. Entah kapan nanti bisa makan sushi dari negara tersebut ya. Langsung gitu datang ke sana dan mampir ke warung sushinya yang menjamur di mana-mana.

Balik lagi ngomongin original ramennya Oishi di Sepakat 2 Pontianak, rasanya sesuai dengan lidah dan harganya terjangkau. Hanya 12.000/mangkok. Sudah lengkap isinya. Ada sayur, telur, olahan kepiting, dan sapo tahu (kayaknya sih sapo tahu). Saya makan sampe kuahnya habis. Porsinya juga pas. Tidak akan bikin kekenyangan. Jadi kalau misalnya ragu-ragu nggak bisa menghabiskan mendingan langsung coba aja deh.

Selain ramen, di sini juga ada nasi dan takoyaki. Memang menunya tak begitu banyak pilihan. Dari ramen yang sudah saya makan, rasanya menu yang lain juga tak akan mengecewakan. Di sini yang banyak mampir juga anak sekolah dan mahasiswa. Padahal di Pontianak, Sepakat 2 ini rumah makannya banyak banget. Khusus kantong mahasiswa. Dulu waktu masih kuliah di Untan saya juga sering mampir ke warung nasinya. Sekarang aja sudah tidak pernah lagi.

Oishi tempatnya juga nyaman. Tidak terlalu luas tapi juga tidak terlalu sempit. Tak jauh dari Asrama Mahasiswa Sambas, Muare Ulakan. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design