13 Maret 2015

Belajar Excel



Sejak dulu, Excel sebenarnya adalah aplikasi yang selalu saya lewatkan untuk digunakan. Apalagi untuk menulis tak begitu butuh Excel. Tetapi sekarang di semester dua sudah ada mata kuliah Excel. Saya pikir saya sangat beruntung bisa belajar Excel bersama teman-teman sekelas saya. Apalagi mengingat tak semua teman saya mahir menggunakan komputer. Jadi ada temanlah kalau memang saya sangat bingung menggunakan Excel. Padahal saya memiliki laptop pribadi sejak tahun 2007, tapi entah mengapa sekarang baru belajar aplikasi ini. Dulu saya hanya menggunakan Microsoft Word. Setelah tahu fungsinya saya sadar betul bahwa saya harus pintar menggunakan aplikasi ini. Apalagi sekarang saya memang membutuhkannya untuk membuat beberapa daftar.

Dulu saya pikir pake table di Word saja sudah cukup untuk membuat daftar yang rapi. Namun ternyata di Excel akan jauh lebih baik dan rapi. Sehingga saya semangat betul untuk mengikuti kelas Komputer di semester dua ini setiap minggunya. Dosennya sayangnya sudah diganti sih. Bukan lagi Pak Alfian yang mengajar. Padahal dulu kelas kami agak terganggu dengan gaya mengajarnya. Sekarang setelah diganti dengan dosen yang lain, kami malah merasa merindukannya. Atau hanya saya sendiri yang merasa seperti itu? Sebab rasanya ada yang kurang di kelas kalau tak ada Pak Alfian. Dia bagian yang tak tergantikan di ruangan komputer kampus kami.

Belum banyak sih yang saya kuasai di Excel. Tapi sementara saya sudah memahami hal-hal yang sederhana di dalamnya. Setidaknya saya tidak kesulitan seperti sebelumnya waktu diminta membuat daftar menggunakan Excel. Soalnya saya ingat banget tuh ada pekerjaan yang membutuhkan Excel dan saya tidak bisa membuat file yang baru jadi file contoh saya copas dan saya edit saja. Sehingga ada bagian yang aneh di dalam daftar tersebut. Kalau sekarang sih saya sudah bisa membuat yang lebih rapi dan sesuai dengan yang saya butuhkan. Setidaknya tidak akan memalukan diri sendirilah waktu diminta bikin file menggunakan Excel.

Ada niat juga sih mau cari ebook yang membahas tentang Excel supaya lebih mahir lagi. Soalnya saya khawatir nanti saya ketinggalan beberapa materi Excel setelah melahirkan dan gagal saat ujian atau tidak berhasil mendapatkan nilai A untuk mata kuliah ini. Sayang banget kalau IP selanjutnya malah turun dari IP yang sekarang. Walaupun sebenarnya bukan nilai sih yang saya kejar di ABA. Namun kalau saya bisa lulus dengan nilai terbaik mengapa saya harus puas dengan nilai biasa-biasa saja bukan? 

Membantu Pemilik 088212818308



Saya rasa saya harus memberikan bantuan yang serius pada pemilik nomor ini 088212818308 soalnya sepertinya dia pemilik Whatsapp yang sangat kesepian. Beberapa kali dia mengirimkan pesan Whatsapp ke nomor saya. Padahal sudah dijelaskan itu nomor buat dagang dan yang balas adalah suami saya. Tetap saja ngeyel mengganggu. Sudah diblokir sih bahkan saya telpon sambil saya teriaki 'bisa nggak jangan ganggu?'. Benar-benar orang ini nggak tahu malu kali ya?

Mengapa masih ada orang yang normal di dunia ini? Maksud saya yang otaknya nggak dipakai dengan baik. Untuk apa coba mengganggu Whatsapp orang? Padahal seharusnya dia bisa menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Saya sangat bingung dengan orang yang seperti ini. Kita semua punya waktu 24 jam dalam sehari tapi masih ada aja orang yang tak mampu mengharga 24 jam yang dia punya untuk melakukan hal yang berguna.

Sepertinya 088212818308 ini lelah dengan hidupnya. Kalau memang ada di antara teman-teman yang merasa butuh teman seperti ini tak ada salahnya untuk menghubungi dirinya melalui akun Whatsapp. Dia pasti akan senang sekali mendapatkan teman untuk menggunakan aplikasi yang sepertinya baru dia gunakan tersebut. Dulunya orang seperti ini pasti kebingungan menghabiskan jatah bonus smsnya dan sibuk mengirim sms ke nomor baru hanya untuk mendapatkan kenalan baru. Sekarang sudah pada pake android sih ya. Jadi Whatsapp pun kemasukan manusia kurang kerjaan sepeti dia ini.

Ngeblog Menyebabkan Kaki Membengkak


Merencanakan hari libur untuk menulis lebih banyak dan membayar segala jenis hutang di blog ternyata memang berimbas buruk pada kedua kaki saya sendiri. Selain kaki saya kesemutan karena terlalu lama dilipat, saya memilih duduk bersila untuk menghindari pembengkakan, kaki saya akhirnya juga mulai gatal-gatal karena akan segera membengkak, sebab saya kemudian mengubah posisi duduk saya. Kaki yang menjuntai ke bawah dan saya duduk di pinggir ranjang sambil mengetik membuat aliran darah ke kaki kurang lancar. Membengkaklah dia. Karena saya sedang hamil sih. Saya sendiri masih terus saja memaksakan diri untuk menulis.

Pengennya sih tengkurep tapi perut sudah seperti bola basket. Tak mungkin rasanya berada di posisi yang paling saya suka tersebut untuk menulis. Berselonjor juga kurang nyaman sebenarnya. Ah serba salah sekali. Tapi tangan saya masih kuat untuk menulis beberapa puluh postingan. Sebal sih rasanya. Semangat menulis ada. Ide juga masih banyak. Tapi kaki tak bisa diajak berkompromi. Perut sih jangan ditanya. Rasanya tak kuat duduk terlalu lama dengan perut sebuncit ini. Tak terbayangkan nanti saat perut saya sudah benar-benar ranum. Ketika sang kandungan sudah berusia 9 bulan dan siap untuk brojol.

Sayangnya suami hanya bisa diharapkan untuk memasukkan review jadi ke blog. Belum siap untuk menulis dia sepertinya. Apalagi dibandingkan keyboard dia lebih condong ke bantal kalau sudah berada di dalam kamar. Ya sudahlah. Saya masih punya dua bulan untuk mempersiapkan draft postingan. Semoga saja saya bisa menyiapkannya, setidaknya bisa melunasi semua hutang di blog saja sudah sangat alhamdulillah.

Kalau ada yang sekarang sedang hamil dan suka ngeblog seperti saya tak ada salahnya berbagi kiat supaya ngeblognya tidak membuat kaki bengkak. Soalnya saya ingin sekali bisa terus menulis tanpa meringis karena pembengkakannya membuat kaki saya gatal sekali. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design