12 Maret 2015

Nikah Siri Online


Ada-ada aja cara orang untuk mengambil keuntungan di dunia online ini. Segalanya yang bisa dijual secara online, dionlinekan. Tetapi yang kemudian menjadi miris adalah bagaimana orang melupakan nilai-nilai moral saat melakukannya. Di televisi ada beberapa yang menyiarkan soal ini. Saya sendiri merasa apa bedanya ini dengan prostitusi? Soalnya nikah kok kayak dijadikan bisnis esek-esek. Apa masih mendingan prostitusi itu sendiri dibandingkan yang berkedok 'pernikahan siri' begini?

Kalau memang menikah niatnya ibadah, siri sih sebenarnya bukan hal yang tak boleh dilakukan ya. Sebab terkadang ada yang terbentur beberapa masalah untuk melegalkannya secara negara. Tapi kemudian banyak juga tuh pelaku nikah siri yang akan langsung mendaftar jika ada program nikah massal yang dekat dengan tempat tinggalnya. Sebab pernikahan yang tidak sah secara negara akan mengundang berbagai masalah. Akan sangat merugikan pihak perempuan dan tentunya anak.

Jadi ingat jaman dulu heboh soal nikah kontrak. Saya mengetahui soal nikah kontrak itu dulunya dari majalah. Banyak banget perempuan yang membuka jasa nikah kontrak dulunya buat turis asing yang datang ke Indonesia. Nggak tahu sekarang sih ya. Segalanya sudah sedemikian mudah untuk dionlinekan. Pelaku kawin kontrak mungkin masih ada. Tapi bisa jadi juga sudah alih profesi menjadi kekasih satu malam saja.

Entah apa yang ada dipikiran orang saat mengonlinekan pernikahan siri. Saya hanya merasa betapa mirisnya hal ini. Sudah sedemikian butuhnyakah dengan pemenuhan hal tersebut sampai harus menghalalkan pernikahan siri online. Buat yang menyediakan jasa seperti ini juga, apakah tak ada bisnis lain yang bisa digeluti untuk menghasilkan uang dengan lebih baik. Sebab pastinya usaha seperti ini tak akan bisa berkelanjutan jika pelakunya tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Ini hanya soal waktu saja kita akan melihat para pelaku digiring ke kantor polisi.

Seperti banyak kasus lainnya. Semuanya akan terungkap satu demi satu dan hukuman yang setimpal akan diberikan pada pelakunya. Sebelum nasi menjadi bubur. Sebelum penyesalan datang terlambat. Ada baiknya kita mengoreksi ulang usaha yang kita jalankan di dunia ini. Sudah sesuaikah dengan hukum negara kita sendiri? Dengan agama kita?

Menghilangkan Tulisan Diberdayakan oleh Blogger


Cara menghilangkan tulisan diberdayakan oleh blogger sebenarnya sangat mudah. Cukup tahu kode apa saja yang bisa kita gunakan untuk menghilangkannya nantinya kodenya akan hilang begitu saja tanpa perlu repot memikirkan penempatannya di dalam template blog.




Ini dia kode CSS yang bisa teman-teman gunakan dipenyesuaian template untuk menghilangkan tulisan diberdayakan oleh blogger.

#Attribution1 {
height:0px;
visibility:hidden;
display:none
}

Sebenarnya sih tulisan itu tak sedemikian mengganggu apabila saya tidak menggunakan template buatan orang yang sudah ada atribusinya. Sehingga tampilannya jadi ganda. Kurang enak aja dilihat. Jadi saya hilangkan tulisan diberdayakan oleh blogger yang memang sudah sejak awal ada dan menampilkan 'blogger'-nya di bagian bawah template. Jadi tampilannya nggak boros dan widgetnya nggak perlu terlalu banyak.

Chrome for Ubuntu


Saya pikir browser Google untuk Ubuntu hanya Chromium sedangkan Chrome bukan. Jadinya saat Chromium Ubuntu saya error yang saya lakukan adalah menginstall ulang Chromiumnya. Tidak terpikirkan untuk menggantinya dengan Chrome saja. Sekarang saya sedang berusaha memasang Chrome di PC saya. Habisnya Chromium suka nutup sendiri nggak jelas. Apalagi kalau kita menggunakan pencarian. Kecuali kalau yang kita klik adalah alamat yang sudah kita bookmark di bagian atas Chromium tersebut. Aneh kan? Setiap kali mau googling saya biasanya menggunakan Firefox.

Walaupun sebenarnya saya nggak lancar banget juga sih memainkan Ubuntu ini. Saya hanya menggunakannya buat kerja, nggak sampe belajar sampai ke titik akar Ubuntu itu sendiri. Google pasti punya jawaban untuk masalah saya ini. Soalnya saya butuh Chrome. Bukannya saya nggak suka dengan Firefox sih. Beberapa minggu terakhir ini sebenarnya Firefox lebih banyak membantu saya dibandingkan Chromium. Habis Firefoxnya nggak pernah nutup sendiri. Apakah saya harus mulai memikirkan untuk mengupgrade Ubuntu 12 ini ke 14? Bingung sih. Ada juga kepikiran buat pake Kubuntu lagi.

Sekarang sih pilihan OS bukan lagi masalah. Soalnya sudah tak menggunkan netbook dengan layar kecil. Sudah pake PC dengan monitor TV yang cukup besar. Untuk tampilan benar-benar sempurna dan jernih. Tidak seperti kemarin yang membuat saya pusing banget dengan resolusi yang saya dapatkan. Sampai-sampai saya menginstall netbook saya berulang kali dan akibatnya netbook tersebut rusak harddisknya. Untungnya sih masih garansi jadi tidak menambah pusing kepala saya.

Nanti kalau saya sudah berhasil menginstall Chrome di PC saya saya cerita lagi deh. Sementara sampai sini dulu ngomongin soal Ubuntu dan Chromiumnya.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design