21 Februari 2015

Blogaway For Scheduled Post

Sekarang aplikasi yang dulu pernah saya gunakan buat ngeblog saya gunakan lagi. Dibandingkan Bloggeroid sebenarnya Blogaway bukanlah aplikasi yang bisa saya gunakan untuk mengganti secara total semua aplikasi mobile blogging yang saya butuhkan. Sebab Blogaway kelebihannya masih jauh dibandingkan Bloggeroid.

Meskipun demikian Bloggeroid tak punya pilihan untuk mengubah tanggal terbit sebuah postingan. Hanya bisa masuk ke draft atau posting pada waktu itu juga. Sebenarnya bisa saja menggunakan bloggeroid dan mengedit jam dan harinya di browser mobile. Tapi penasaran aja dengan perbedaan aplikasi blogaway yang sekarang dengan bloggeroid.

Sayangnya di blogaway tak ada pilihan untuk share di media sosial. Padahal itu penting sekali bagi saya. Walaupun di blogaway bisa mengedit tulisan di draft atau yang sudah terbit. Beda dengan bloggeroid yang tak menyediakan pilihan itu. Ah setiap aplikasi memang ada kelebihan dan kekurangannya. Satu hal yang jelas, sampai sekarang belum menemukan aplikasi blogger for android yang memberikan pilihan untuk 'justify' isi postingan.

Buat saya penting juga tuh bisa meratakan tulisan kiri kanan di dalam postingan biar lebih rapi. Entah ada yang memperhatikan hal tersebut atau tidak. Tapi rasanya ada yang kurang jika postingan tampil tidak 'justify'. Ada juga sih template yang otomatis men-'justify'-kan postingan yang terbit. Cuma tak banyak yang saya temukan. Ada baiknya penyedia template memperhatikan hal ini. Siapa tahu bisa jadi nilai jual lebih buat pasar.

Kalau harus memilih antara blogger for android, bloggeroid for android, dan blogaway for android, saya katakan saya akan jauh lebih memilih bloggeroid. Sebab bisa posting dengan lebih mudah dan share otomatis ke berbagai sosial media yang kita inginkan tanpa perlu copas link dan buka sosmed satu-satu. Tapi ngeblog memang soal pilihan. Bergantung pada kita lagi maunya menggunakan yang mana. Sebab semua aplikasi ada kelebihan dan kekurangannya. Seperti bloggeroid yang cenderung saya pilih. Masih ada kekurangannya, tak bisa scheduled post. Padahal itu juga penting buat sebuah aplikasi blogger fo android. Tak semua orang bisa ngeblog setiap hari. Dengan adanya scheduled post tentunya akan sangat membantu blognya bisa terupdate otomatis sesuai waktu yang dia inginkan.


Butterfly In My Tummy (20)



Ternyata memang saya lebih gendut dari sebelumnya. Walaupun kenaikan berat badan saya baru 5kg dari waktu pertama positif hamil. Saat itu janinnya baru berukuran 2cm. Jadi berat badan saya masih normal sekali. Berbeda dengan sekarang yang bertambah satu orang dengan kelengkapan air ketuban dan lain-lain di dalam sana. Sekarang berat badan saya total 56kg. Untuk pertama kalinya berat badan saya mendekati 60kg.

Jadi ingat waktu masih ada tumor di payudara sebelah kiri. Nutrisi yang masuk ke tubuh saya disedot semua oleh tumor tersebut sehingga tubuh saya tinggal tulang waktu itu. Dengan tinggi yang sama, tapi berat badan saya kisarannya hanya 37-38kg. Memang terlalu kurus. Seperti orang malnutrisi saja. Sampai-sampai mencari celana yang sesuai dengan ukuran pinggang saya saja susah.

Tak terbayangkan bahwa sebenarnya waktu itu ada parasit yang membuat saya tak bisa menaikkan berat badan. Kedengarannya enak. Makan apa saja tidak menjadi gemuk. Namun kalau karena penyakit kan seram juga. Dua tahun setelah operasi payudara berat tubuh saya mulai naik dan normal. Bahkan agak gendut sewaktu saya selesai PPL di MAN 1 Pontianak.

Bisa 50kg dulu bagai mimpi. Kaget, seneng, semuanya bercampur menjadi satu. Eh sekarang malah bisa mendekati 60kg. Jangan-jangan akan lebih saat janin ini sudah benar-benar siap dilahirkan ke dunia. Seseorang yang selama ini hanya bisa saya impikan. Sebab pernikahan saja rasanya jauh sekali dari pelupuk mata.

Oiya usia kandungan saya sudah lebih dari 32 minggu. Apabila tak ada halangan, April nanti saya sudah melahirkan dan menjadi seorang ibu. Mengejutkan rasanya. Merasakan tendangannya yang semakin keras saja sudah sangat menyenangkan. Apalagi bisa melihat senyumannya.


Proses mempersiapkan nama sudah selesai. Tetapi paling susah nyiapin nama untuk anak perempuan. Walaupun sebenarnya banyak sekali yang bisa digunakan sebagai nama anak perempuan. Takutnya namanya terlalu pasaran. Beda dengan menyiapkan nama laki-laki yang mudah sekali.

Entahlah...

Nama mana yang akan menjadi nama anak pertama saya. Apalagi waktu saya bertanya pada suami, dia sepertinya tidak berniat menyumbang nama buat anaknya gara-gara dia beranggapan saya sudah memborongnya semua. Ya sudahlah hehehe... Pada akhirnya nama ayah akan menjadi bin/binti anak kami kok.

Saya belum ke dokter kandungan lagi untuk mendengar dia mengubah tanggal prakiraan kelahiran. Habisnya setiap USG selalu berubah. Jadinya bingung. Kapan sebenarnya saya akan melahirkan? Jangan sampai saya mules di tempat yang tidak tepat. Apalagi kalau saat suami tak ada di sisi saya dan masih sibuk mengantar dagangannya.

Pengennya ngejambakin rambut suami kalau memang kontraksinya menyakitkan. Ah memang akan menyakitkan sih dari yang banyak saya dengar.


 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design