16 Februari 2015

Butterfly In My Tummy (18)

Sekarang yang paling sering saya makan adalah olahan dari pisang. Terutama pisang goreng. Sama seperti Umak dulu yang suka sekali makan pisang goreng sewaktu hamil. Jadi kalau ditanya Umak ngidam apa waktu hamil dia hanya akan bilang dia ngidam pisang goreng. Bukan sesuatu yang susah untuk dicari. Abah beruntung tak perlu repot mencari makanan yang diidamkan Umak. Soalnya di warung kopi di Jawai sana tersedia banyak sekali pisang goreng. Belum lagi di kebun Aki juga banyak pisang. Jadi bisa bikin di rumah sendiri.

Cuma bedanya pisang goreng yang di warung kopi di Jawai, terutama yang di warung langganan, milik keluarganya Amoy, dibuat dengan tepung beras dan tepung singkong. Jadi saat pisang gorengnya dingin pun tepungnya masih crispy. Tak seperti pisang goreng yang dibuat menggunakan tepung terigu. Dulu waktu masih sekolah dasar saya sering melihat keluarga Amoy membuat tepung singkong sendiri. Memang sih di Jawai tak mudah menemukan toko yang menjual tepung singkong.

Campuran tepung beras dan tepung singkong memang sangat cocok untuk membuat pisang goreng. Tapi sekarang ini susah menemukan warung kopi yang menawarkan pisang goreng yang dibuat dengan dua bahan utama tersebut. Soalnya sekarang saya tak lagi menetap di Jawai. Di Pontianak sendiri memang pisang gorengnya lebih istimewa. Disajikan dengan selai srikaya yang manis dan harum.

Sebenarnya ada lagi makanan istimewa yang bisa dibuat dari pisang, yaitu Jemput-Jemput. Biasanya dibuat dari pisang yang sudah terlalu matang. Kalau pisangnya terlalu matang susah dibuat pisang goreng yang biasa berbentuk kipas. Jadi pisangnya dihancurkan dan diberi tepung. Tak perlu menambahkan banyak air untuk membuatnya. Bahkan biasanya tidak perlu air sama sekali. Karena pisangnya terlalu lembek. Cukup diremas sebentar lalu dicampurkan dengan tepung terigu dan telur. Lalu disendokin ke penggorengan yang minyaknya sudah panas.

Bentuknya abstrak.

Sekarang sih di rumah sudah ada penggorengan yang bisa membuat gorengan berbentuk bola-bola. Kadang saya membuat pisang goreng bola-bola. Jika tak ada pisang yang terlalu lembek bisa juga menggunakan pisang matang biasa yang dipotong-potong dadu kecil. Tapi memang butuh campuran air untuk membuatnya.

Jemput-jemput biasanya juga dicampur dengan parutan kelapa kalau memang suka. Jemput-jemputnya menjadi lebih gurih dan kaya rasa. Makan pisang juga sangat baik untuk ibu hamil. Buat melancarkan pencernaan. Hehehe.. maklum sebelum hamil saya saja sudah susah buang air besar dengan lancar setiap harinya. Tambah lagi dengan kehamilan yang memang akan mengalami masalah soal pembuangan.

Sekarang cukup lancar karena makan kacangnya banyak setiap harinya. Ternyata dari banyak makanan yang saya makan untuk melancarkan pencernaan yang paling cocok buat BAB adalah kacang-kacangan. Terutama kacang koro. Apalagi kacang bagus banget buat nambah asupan protein.

Buat teman-teman yang sekarang sedang mengandung juga, bagaimana nih kesehatannya? Jangan sampai sakit ya!

Butterfly In My Tummy (17)

Akhirnya ketemu juga dengan tukang urut orang hamil. Pengennya sih diurut supaya bagian yang sakit cepat sembuh. Maklum sekarang mau jalan kaki aja susah banget. Kaki kanan bagian paha atasnya ngilu banget. Ternyata tukang urutnya malah memperbaiki posisi sang bayi. Posisi bayi yang sempat sunsang dan melintang, sekarang sudah berada di posisi yang benar.

Cukup menyakitkan pas diurutnya. Tapi sudah agak tenang karena posisinya sudah tak sunsang lagi. Soalnya kalau sunsang pasti susah melahirkan secara normal. Saya sendiri tak ada rencana buat melahirkan lewat operasi. Pengennya normal aja. Takut aja membayangkan harus dibelah perutnya lalu dijahit kembali. Memang mendingan normal saja sih. Sesuai dengan yang Umak jalani sampai 5 kali.

Tak terbayangkan melahirkan sampai 5 kali. Bagaimana sakitnya ya? Soalnya bidan yang tadi mengurut saya mengatakan bahwa rasa sakit tertinggi untuk setiap perempuan di dunia ini adalah saat melahirkan. Tak ada rasa sakit yang bisa menandingi rasa sakit tersebut. Baru diurut saja sakitnya bukan main apalagi pas ngelahirin ya.

Makanya nggak beh durhaka sama orang tua. Itu sih yang saya ingat setiap hari. Terutama pada Umak. Soalnya sampai sekarang rasanya masih belum sepenuhnya berbakti pada Umak dan Abah. Tiba-tiba saja sudah diambil orang dan dijadikan istri. Untungnya selama ini tak pernah membentak Umak. Bicara kasar pun menakutkan kalau terhadap Umak. Apalagi sampai mendurhakai semua kepercayaan beliau.

Itu sebabnya saya juga ingin dipanggil Umak. Sama seperti saya memanggil ibu saya, Umak. Bukan mama apalagi bunda. Aneh saja rasanya dipanggil selain Umak oleh anak saya nantinya. Semoga saja mereka tidak malu memanggil saya dengan panggilan dari kampung saya itu. Umak. Hanya Umak. Bukan yang lain.

Tadi sehabis urut sih bagian perutnya yang lumayan nyaman. Bagian paha kanan atas masih agak ngilu. Cara saya berjalan pun jadi sedikit aneh. Sedikit pincang kelihatannya. Saya seharusnya banyak-banyak berjalan, tapi gara-gara kaki yang sakit begini, jalan-jalan kaki di halaman jadi sedikit menyakitkan. Berbeda dengan naik turun tangga yang ternyata lebih mudah dari jalan di jalanan yang datar.

Semoga omongan bidan, dokter, benar bahwa nanti saat sudah selesai melahirkan paha kanan atas saya tak lagi susah digerakkan. Jalan kaki pun tak sesulit sekarang. Mengingat saya masih banyak sekali kegiatan di luar rumah. Kadang kita kurang mensyukuri kesehatan yang diberikan oleh Allah sampai akhirnya diberi penyakit yang membuat kita sadar selama ini kita diberkahi dengan banyak sekali kesehatan.

Bidan yang mengurut saya hebat sekali. Sekali pegang dia langsung tahu usia kandungan sudah lebih dari 6 bulan. Padahal hanya bidan kampung. Sudah tua pula. Tapi sampai sekarang dia masih menerima banyak panggilan untuk membantu orang melahirkan dan sampai prosesi gunting rambut. Saya sendiri tak berniat untuk menggunakan jasanya untuk membantu melahirkan. Saya masih ingin dibantu oleh bidan puskesmas atau dokter kandungan saja.


Bagaimana dengan teman-teman sendiri yang sekarang sedang mengandung juga?
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design