10 Februari 2015

Dodol Aloevera Khas Pontianak Kalimantan Barat



Banyaknya tanamana aloevera di Pontianak, Kalimantan Barat memang membuat masyarakat mengembangkan beragam kuliner yang terbuat dari lidah buaya. Tidak hanya dibuat minuman kenyal dengan tambahan sirup yang manis dan harum. Dari banyak makanan atau minuman yang dibuat dari aloevera satu di antaranya yang cukup diminati banyak orang adalah dodol aloevera.

Dodol aloevera yang manis dan kenyal memang enak disantap. Apalagi kandungan aloevera yang menyehatkan. Tidak hanya sekadar cemilan dengan rasa yang enak tapi aloevera bisa menjadi detoxifikasi bagi tubuh kita. Mengingat banyak sekali makanan yang kita santap dan bisa jadi tak semuanya menyehatkan. Dengan konsumsi aloevera bisa menghilangkan racun dari tubuh kita.

Buat yang mudah sekali stress atau depresi tak ada salahnya mulai beralih ke aloevera. Tidak hanya cokelat yang bisa menghilangkan stress dan depresi seseorang. Aloevera juga bisa. Apalagi buat orang yang tak suka cokelat. Dodol aloevera akan cocok sekali untuk dijadikan pilihan cemilan penghilang stress.

Aloevera juga bermanfaat untuk pencernaan. Tidak hanya pepaya yang bisa melancarkan pencernaan yang terkena sembelit, kayak saya nih yang selama hamil ini susah banget BAB, aloevera juga bisa membuat pencernaan lebih lancar pembuangannya.

Dodol aloevera yang tersedia di Pontianak, Kalimantan Barat sudah siap santap dan bisa disimpan beberapa bulan karena memang sudah diolah dengan gula sehingga bisa lebih tahan lama. Selama ini orang lebih terbiasa makan dodol dari ketan atau di Pontianak ada juga dodol durian yang dikenal dengan istilah lempok durian. Sesekali mencoba dodol aloevera yang punya cita rasa berbeda dengan dodol pada umumnya. Selain itu warnanya yang putih cerah sangat membedakannya dengan dodol lainnya.

Sekilas dodol aloevera bisa dikatakan mirip rasanya dengan permen susu. Memang ada beberapa produsen yang membuat dodol aloevera rasa susu. Sehingga rasa aloeveranya menjadi semakin enak dengan tambahan susu di dalamnya. Harganya juga sangat terjangkau. Sekotak mika mulai dari 15.000 sudah berisi banyak sekali dodol aloevera yang dikemas dengan plastik dan kertas. Mirip sama kemasan permen susu jaman saya sekolah SD dulu.

Produk ini tersedia di http://www.honeylizious.info. Untuk pemesanan bisa melalui Whatsapp (085213626011) atau BBM (79E87D9B).

Butterfly In My Tummy (12)

Satu hal yang ingin sekali saya sampaikan pada janin yang saya kandung ini bahwa dia punya banyak sekali orang baik di sekitarnya. Terutama dua neneknya. Nenek (ibu mertua saya) dan juga Nini-nya (Umak saya). Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang membuat kedua orang tuanya menjadi seperti sekarang ini. Kamu nak, tak akan menemukan nenek sebaik mereka di dunia ini.

Di keluarga saya sendiri, janin ini akan menjadi cucu dan cicit pertama. Berbanding terbalik di keluarga suami. Sudah banyak cucu dan cicit di sini. Bahkan dapat dikatakan bahwa anak saya akan menjadi angkatan cucu dan cicit bungsu.

Sebentar lagi acara nujuh bulanan kandungan saya yang sebenarnya cukup membingungkan hitungannya. Sebab hitungan bidan dan dokter kandungan berbeda. Apalagi prakiraan lahirannya yang selalu bergeser. Satu hal yang jelas, bagian-bagian tubuh bawah saya juga sudah banyak yang bergeser terutama di bagian kanan. Sepertinya memang bayinya senang sekali berada di sebelah kanan. Jadi kaki kanan saya suka ngilu kalau digerakkan. Perut kanan juga lebih sering dihuni si jabang bayi.

Cincin kawin yang saya kenakan masih muat sih sebenarnya tapi apakah harus dilepas saja? Khawatir nanti tak bisa dilepas ketika sudah mendekati masa-masa lahiran. Padahal cincinnya sudah dinaikkan beberapa angka dari ukuran jari saya yang sebenarnya.

Bulan ini dua keluarga kami akan berkumpul lagi untuk acara nujuh bulanan. Setelah pertemuan besar pernikahan tahun 2013 lalu. Sedemikian cepat waktu berlalu. Beberapa bulan lagi kami genap 2tahun menikah. Usia pun tak lagi muda. Kehadiran bayi ini tentu akan menjadi penyemangat kami berdua. Mengikat segalanya lebih erat lagi.

Dulu, waktu awal-awal ngeblog saya suka menulis surat pada calon anak saya nanti. Tanpa tahu bahwa saya akan mengandungnya sekarang. Ternyata beda sekali rasanya. Bukan seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Perasaan saya lebih bercampur aduk. Banyak hal yang sulit untuk digambarkan. Kadang saya menangis karena bahagia memiliki suami dan janin yang saya kandung ini. Betapa beruntungnya saya dibandingkan banyak orang di luar sana.

Jangankan untuk punya anak. Banyak pula orang yang masih kesulitan menemukan jodoh yang tepat untuk dirinya. Berkutat dengan pertanyaan 'kapan aku nikah?'. Saya juga pernah punya pertanyaan itu beberapa tahun lalu. Padahal inginnya menikah saat usia di bawah 25 tahun. Namun pada akhirnya saya menikah usia 27 tahun.

Sedikit terlambat dari target. Tapi harus tetap disyukuri karena suami yang saya dapatkan jauh lebih baik dari yang saya bayangkan. Terlalu baik rasanya dari yang saya harapkan. Kadang saya sedih melihat wajah suami. Sedih karena dia telah menjadi suami yang baik berbeda dengan saya yang rasanya belum benar-benar menjadi istri sepenuhnya. Bagian terbaik lainnya adalah dia tetap sabar menghadapi saya.

Apalagi saat mengandung seperti ini. Segala permintaan saya yang saya tahu betul sedikit menyusahkannya. Tak kenal waktu kalau sudah dilanda lapar atau susah tidur kala malam hari.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design