Langsung ke konten utama

Sakti Wahyu Trenggono Telkom, ICT-Preneur Sukses Generasi Bangsa


Apakah anda tidak asing dengan istilah ICT dan BTS? Jika anda bergerak di bidang informasi dan telekomunikasi, anda pasti akrab dengan istilah-istilah tersebut. Bagaiman dengan kata entrepreneur? Semua orang pasti tahu apa artinya. Nah. Setelah itu apa yang ada di benak anda jika mendengar nama Sakti Wahyu Trenggono Telkom? Jika digabungkan, semua istilah-istilah dia atan tersambung menjadi sebuah kalimat utuh yang fenomenal karena menyangkut tokoh pebisnis yang sukses dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakat terutama di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Sakti Wahyu Trenggono adalah salah satu tokoh dalam dunia bisnis yang bergerak dalam bidang ICT atau Information and Communication Technology atau sering disebut ICT-preneur. Apa yang membuatnya mendapatkan julukan tersebut? Pada tahun 1999, beliau mendirikan PT Solusindo Kreasi Pratama atau SKP dan berjuang bersama Abdul Satar dan Abdul Erwin dalam memasarkan BTS (base transciever station) untuk disewakan kepada perusahaan operator di seluruh Indonesia. Sakti Wahyu Trenggono Telkom berperan sebagai Presiden Direktur karena memengang saham 80%, kemudian dua koleganya yaitu Ahmad Satar berperan sebagai Direktur Pembangunan karena memegang saham sebesar 15%, dan Ahmad Ewin berperan sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi di PT tersebut.
Siapa sangka, semua usaha mereka selama ini membuahkan hasil yang sangat berlimpah. Modal awal yang sebesar Rp 250 juta rupiah itu sekarang sudah kembali berkali-kali lipat. Pandai mencari peluang dan memanfaatkan ilmu dalam bidangnya terbukti dapat membuat seseorang merambah dunia kesuksesan. Tidak ada usaha yang sia-sia. Generasi muda Indonesia seharusnya dapat memetik pelajaran dari perjalanan karier Sakti Wahyu Trenggono Telkom. Buah manis dari perjuangannya menjadi pebisnis tidak datang secara instan. Ada kegagalan juga di masa lalu, hanya saja beliau tidak pernah menyerah dan yakin pada diri sendiri.
Ingatlah para pemuda Indonesia, bahwa kesuksesan tidak akan mendatangi anda, anda lah yang harus mendatangi mereka. Oleh karena itu, jika anda mengalami kegagalan dalam karier anda, bukan berarti anda tidak akan menjadi orang yang gagal selamanya. Di kesempatan kedua anda, anda dapat menjadi orang sukses seperti tokoh pebisnis di atas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan