60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

9 Desember 2015

Penyebab dan Ciri-Ciri Keguguran

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on



Info ibu hamil diinternet banyak sekali. Tentu saja seorang ibu yang sedang hamil harus banyak-banyak membaca beragam informasi yang tersedia diinternet atau buku sebagai persiapan selama kehamilan. Karena info untuk wanita hamil penting sekali sebagai tonggak permulaan bagi seorang wanita dalam menghadapi berbagai masalah ketika dia hamil. Masalah yang paling ditakuti oleh wanita hamil adalah keguguran.

Memang keguguran adalah momok yang paling menakutkan bagi setiap wanita hamil. Ketika sudah membayangkan akan memiliki buah hati, bayi yang lucu, sirna semuanya ketika mendapatkan vonis keguguran. Belum lagi rasa sakit yang akan dirasakan setelah keguguran, stress berkepanjangan, bahkan sampai trauma bisa menghantui wanita hamil yang mengalami keguguran.

Itu sebabnya penting sekali bagi wanita hamil untuk mengetahui apa sih keguguran itu? Apa penyebabnya dan apa saja gejalanya kehamilan yang gugur. Supaya nantinya keguguran dapat dihindari oleh setiap wanita hamil.

Keguguran sendiri dapat diartikan sebagai janin yang keluar atau persalinan prematur sebelum janin mampu untuk hidup. Risiko keguguran yang dihadapi wanita hamil adalah sebesar 15% - 40% dari wanita hamil. Risiko keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan adalah sebesar 60% - 70%. namun semua risiko akan semakin menurun ketika usia kehamilan sudah di atas 3 bulan.

Keguguran bisa terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Satu di antaranya adalah kelainan kromosom pada janin saat proses pembuahan. Sehingga embrio yang terbentuk menjadi cacat dan harus dikeluarkan dari tubuh. Bisa juga disebabkan oleh kelainan pada ibu hamil seperti kelainan sistem hormonal. Bisa jadi hormon prolaktin yang sangat tinggi atau progesteron yang sangat rendah. Belum lagi sistem kekebalan tubuh, infeksi yang sudah menahun, dan juga penyakit berat yang diderita wanita hamil.

Kelainan pada rahim juga bisa menyebabkan keguguran. Paling umum kelaian yang terjadi adalah adanya miom atau tumor jaringan otot yang bisa mengganggu pertumbuhan embrio. Rahim yang terlalu lemah juga bisa menyebabkan berat janin tak mampu ditahan padahal saat itu janin sedang mengalami perkembangan. Kehamilan pada rahim yang lemah biasanya hanya mampu bertahan sampai trimester pertama akhir.

Keguguran juga bisa disebabkan oleh infeksi seperti virus TORCH, hepatitis, atau HIV. Belum lagi gaya hidup ibu hamil. Seperti wanita yang merokok, mengonsumsi minuman keras, berat badan kurang atau obesitas juga dapat membuat gangguan hormon yang menyebabkan gangguan pada kehamilan.

Gejala keguguran sendiri harus diketahui supaya wanita hamil dapat mencegahnya. Paling pertama tandanya adalah pendarahan. Ini adalah tanda paling umum. Biasanya hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung cukup lama sampai pendarahan yang hebat. Kadang akan ada jaringan yang sobek yang akan ikut keluar bersama dengan darah. Contohnya bagian dinding rahim yang kotak atau sobeknya kantung ketuban.

Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.

Ibu hamil juga akan mengalami kejang perut atau kram. Tandanya seperti saat akan datang bulan. Berlangsung berulang-ulang dalam waktu yang lama. Bisa terjadi di daerah panggul juga kram atau kejangnya.

Ibu hamil akan merasakan nyeri di bagian bawah perut. Ini akan berlangsung dalam waktu yang lama. Selain di sekitar perutnya, rasa sakit juga bisa terjadi di bagian bawah panggul, daerah alat kelamin, atau juga selangkangan. Nyeri ini akan terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah ada pendarahan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers