26 Desember 2015

Menanam Cabai Organik?



Harga cabai turun naik? Mendingan nanem sih kalau memang buat kebutuhan rumah tangga. Tinggal siapkan saja pupuk organik yang dibutuhkan. Seberapa banyak sih cabai yang akan kita habiskan setiap harinya buat bikin sambel atau oseng-oseng kangkung favorit? Saya suka banget cabai terutama cabai rawit dan cabai peranggi alias cabai labu. Apakah saya harus menjelaskan lebih banyak mengenai cabai peranggi? Di Pontianak orang akan menyebutnya sebagai cabai labu.

Pumpkin chili! Namanya yang paling cocok dalam bahasa Inggris. Sebab mirip sekali bentuknya dengan labu kuning yang biasanya dipake buat Halloween. Tapi ukurannya tentu saja bakalan lebih kecil. Sebesar jempol kaki gitulah ukuran cabai peranggi. Cabai peranggi itu sebutannya di kampung saya, di Jawai dan juga termasuk Sambas dan sekitarnya. Cabai ini termasuk cabai yang sangat pedas. Waktu kecil saya suka takut mau makan sesuatu yang ada cabai perangginya.

Uwan saya senang sekali menggunakan cabai peranggi di cencalok yang dia tumis. Memang bakalan nendang banget pedasnya. Di Pontianak sih jarang saya liat orang menggunakan cabai ini. Di pasar juga kayaknya nggak ngetrend. Nggak kayak di kampung saya. Selalu ada warung yang menjual cabai peranggi curai. Dalam satu bungkus kecil ada 3-4 cabai peranggi yang dijual 2.000 rupiah. Nggak tahu sih sekarang harganya berapa. Tapi saya suka sekali cabai peranggi. Sekarang sudah agak bisa menghadapinya. Jadi nggak terlalu takut memasak menggunakan cabai yang satu itu.

Di rumah mertua saya ada beberapa pot yang diisi dengan tanaman cabai. Bukan cabai peranggi sih tapi cabai rawit. Cabai yang paling banyak digunakan orang untuk memasak dan bikin sambal. Kecuali di rumah makan padang. Mereka menggunakan cabai hijau untuk bikin sambalnya. Entah kapan mertua saya menanam cabai tersebut. Sekarang sudah banyak sekali buahnya. Beberapa hari buah yang tadinya hijau berubah menjadi merah dan siap dipanen.

Lumayan buat dijual di warungnya yang berhadapan dengan rumah kost. Biasanya anak kost memasak sendiri makanan mereka. Mereka butuh cabai buat masak. Dan tentu saja nggak butuh banyak karena mereka masak untuk dirinya sendiri. Jadi sekarang mertua nggak terlalu terpengaruh dengan harga cabai rawit yang ada di pasaran. Semenjak cabai yang dia tanam berbuah cukup banyak. Bisa buat dijual dan konsumsi sendiri.

Saya sendiri biasanya menggunakan cabai rawit untuk bikin sambal kecap. Suami saya suka sekali makan ikan goreng, ikan yang dia konsumsi jenisnya nggak banyak, paling favorit ikan nila, nah cocolan buat ikan itu dari cabai rawit dan kecap manis. Sederhana aja menunya tapi dia suka sekali makan ikan dengan cara seperti itu.

Teman-teman sendiri suka cabai juga? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers