27 Desember 2015

Kapan Raza Latihan Buang Air Duduk?



Sebagai seorang ibu yang baru punya anak, anak laki-laki pertama, banyak hal yang ingin sekali saya lakukan atau capai dengan cepat. Misalnya saya kepengen sekali Raza sudah bisa diajak berbicara walaupun saya tahu betul sekarang dia masih belum bisa diajak berkomunikasi secara langsung. Akan menyenangkan sekali kayaknya suatu hari nanti dia mulai berkata-kata banyak hal. Tentang apa yang dia inginkan dan tidak dia inginkan.

Apa yang akan dia ceritakan nanti ya?

Karena suami saya orangnya nggak banyak cerita, saya lebih berharap untuk saling berbagi cerita dengan anak saya. Terutama ingin mendengarkan dia bercerita tentang banyak hal. Tentang pandangannya pada dunia ini. Tapi dari banyak hal itu saya juga sedang memikirkan mengenai latihan buang airnya. Wadah buang air bayi penting sekali lho. Apalagi saya sudah terbiasa melihat anak kecil yang bisa jalan buang airnya di pispot. Di kampung saya pispot sangat banyak digunakan oleh orang tua untuk melatih balitanya buang air dengan benar.

Kita sebagai orang tua tentunya nggak pengen balita kita masih menggunakan popok ketika dia berusia di atas setahun. Nggak tahu sih orang lain, kalau saya sukanya balita nggak pake popok lagi. Raza juga sebenarnya jarang pake popok. Paling malam hari saat tidur aja supaya dia nggak terbangun tengah malam karena basah kuyup oleh urinenya atau lebih parah lagi buang air besar saat tidur. Itu bakalan bikin tidur terganggu dan pagi harinya saya akan ngantuk berat kalau harus menghadapi tangisannya di malam hari yang sekarang sudah jarang sih. Palingan kalau dia nggak kuat lagi menggunakan popok yang sudah ada 'isi'-nya, dia akan menarik-narik rambut saya sampai saya bangun.

Punya anak terdengar melelahkan? Tenang aja! Banyak banget bagian menyenangkannya. Terutama melihatnya bertumbuh setiap harinya. Akan banyak sekali hal baru yang menyenangkan. Misalnya melihat bagaimana dia memandang wajah kita. Apalagi melihat dia tertawa gembira tanpa tahu apa yang akan dia hadapi di dunia ini. Kalau bisa sih pengennya dia kecil terus. Jangan terlalu cepat membesar dan mengenali kerasnya dunia ini.

Menjadi ibu mengubah banyak hal di dalam kehidupan saya. Terutama soal kesabaran. Rasanya saya menjadi orang yang sangat sabar dengan yang harus saya hadapi setiap harinya. Saya juga menjadi lebih kuat karena adanya Raza. Rasanya saya bisa menghadapi apa pun yang ada di dunia ini asalkan untuknya. Untuk Raza.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers