Langsung ke konten utama

Alila Resto & Cafe, Tempatnya Wisata Kuliner di Pontianak



A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on
 Entah kapan terakhir kalinya saya mengenal yang namanya malam Mingguan. Susah sih memang menyempatkan waktu untuk jalan-jalan bertiga. Maklum si Raza masih kecil banget dan kadang jadwal tidurnya sangat awal membuat kami tak bisa keluar rumah dan mengajaknya jalan buat liat-liat Kota Pontianak. Lebih khawatirnya sih dia rewel di tempat yang kami singgahi. Apalagi kalau yang disinggahi tempat makan. Bakalan batal deh makan-makannya kalau dia rewel.
A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on


Eh tapi ternyata dia seneng banget waktu dibawa ke Alila Resto & Cafe. Soalnya jarang-jarang sih ada tempat nongkrong enak yang menyediakan live music. Raza nonton sampai pertunjukkan musiknya berhenti sebentar karena penyanyinya kayaknya butuh istirahat setelah sekitar sejam nyanyi tanpa henti. Suara penyanyinya juga oke banget waktu itu.

Selain tempatnya asyik, musiknya juga enak didengar, makanannya di sini lumayan menyelerakan. Banyak sekali pilihan makanan yang disediakan dengan harga yang terjangkau. Terus buat yang suka nongkrong rame-rame jangan takut kursi atau mejanya nggak muat, karena ada beberapa meja yang muat sampai belasan orang kok. Kayak meja yang saya duduki kemarin bersama teman-teman saya. Kami sekitar 11 orang kalau nggak salah ya. Semuanya bisa duduk dan makan dengan nyaman.

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on
Saya pikir kapan-kapan kalau mau nongkrong cantik bersama suami dan anak mendingan memang di Alila ini. Nggak jauh dari rumah, ada suguhan live music, makanan enak, dan tempatnya yang super nyaman. Oiya paling penting lagi pelayanannya oke lho.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan