Langsung ke konten utama

Si Teddy Bear Raksasaku


Saya bukanlah penyuka boneka. Nggak ngoleksi dan kalau dibeliin biasanya akan saya simpan di lemari sampai akhirnya terlupakan. Itu karena saya nggak tahan dengan bulu di boneka. Bersin-bersinlah akibat yang harus saya tanggung kalau kelamaan memegang boneka. Mau boneka mahal atau murah tetap saja saya alergi. Walaupun kadang seneng sih liat boneka. Seneng aja nggak sampe yang kayak orang lain diperlakukan kayak hewan kesayangan peliharaan.

Hayo ngaku siapa yang pernah ngasih bonekanya nama?

Tapi saya pernah lho punya boneka beruang, boneka jumbo, gede banget. Dikirim sama seorang yang saya kenal by phone. Sudah lama sekali. Saat awal kuliah di Untan. Waktu itu saya ulang tahun kalau nggak salah dan dikirimi boneka. Seneng sih waktu itu. Sayangnya saya nggak pinter ngerawatnya. Akhirnya dia jadi kotor. Bahkan beberapa bagian tubuhnya 'terluka'. Sobek bagian jahitannya sampai dakronnya berceceran.

Terakhir rasanya sih saya buang. Karena sudah buluk banget. Males mau ngerawatnya. Sekarang saya sudah punya boneka lain yang jauh lebih lucu dan nggak akan bikin saya bersin. Si Raza yang setiap hari semakin membesar dan kayaknya dia bakalan sama kayak saya. Gampang bersin sama sesuatu yang berdebu atau berbulu. Kadang kami bersin bersahut-sahutan karena hal yang sama.

Teman-teman sendiri bagaimana? Punya alergi nggak sama boneka beruang?

Biasanya sih yang koleksi boneka orangnya rapih dan rajin beresin kamar. Nggak kayak saya. Meja kerja saya aja jarang diberesin. Entah kenapa selalu suka melihatnya berantakan setiap harinya. Terasa lebih hidup aja gitu. Saya yakin banyak juga teman-teman di luar sana yang orangnya sama kayak saya nggak bisa beresin sesuatu dengan benar. Untungnya suami saya orangnya suka beres-beres. Jadi dia yang paling sering beresin barang di dalam kamar ini. Kecuali meja kerja saya. Meja kerja saya selalu saya minta jangan dibereskan karena khawatir nanti saya lupa menyimpan barang yang saya butuhkan di mana kalau dipindahkan oleh orang lain. Hahahaha...

Padahal sekarang saya punya meja kerja yang besar dan banyak bagian kosongnya. Tetap saja di bagian sekitar papan keyboardnya penuh oleh barang lain. Kotak. Kertas. Bahkan parfum. Ada semuanya di sini. Sampai kadang saya harus menggeser beberapa barang supaya saya bisa mengetik karena keyboardnya tertimbun oleh barang tersebut. Hahahha enggak ding... nggak sampai segitunya juga kok.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma