14 November 2015

Si Teddy Bear Raksasaku


Saya bukanlah penyuka boneka. Nggak ngoleksi dan kalau dibeliin biasanya akan saya simpan di lemari sampai akhirnya terlupakan. Itu karena saya nggak tahan dengan bulu di boneka. Bersin-bersinlah akibat yang harus saya tanggung kalau kelamaan memegang boneka. Mau boneka mahal atau murah tetap saja saya alergi. Walaupun kadang seneng sih liat boneka. Seneng aja nggak sampe yang kayak orang lain diperlakukan kayak hewan kesayangan peliharaan.

Hayo ngaku siapa yang pernah ngasih bonekanya nama?

Tapi saya pernah lho punya boneka beruang, boneka jumbo, gede banget. Dikirim sama seorang yang saya kenal by phone. Sudah lama sekali. Saat awal kuliah di Untan. Waktu itu saya ulang tahun kalau nggak salah dan dikirimi boneka. Seneng sih waktu itu. Sayangnya saya nggak pinter ngerawatnya. Akhirnya dia jadi kotor. Bahkan beberapa bagian tubuhnya 'terluka'. Sobek bagian jahitannya sampai dakronnya berceceran.

Terakhir rasanya sih saya buang. Karena sudah buluk banget. Males mau ngerawatnya. Sekarang saya sudah punya boneka lain yang jauh lebih lucu dan nggak akan bikin saya bersin. Si Raza yang setiap hari semakin membesar dan kayaknya dia bakalan sama kayak saya. Gampang bersin sama sesuatu yang berdebu atau berbulu. Kadang kami bersin bersahut-sahutan karena hal yang sama.

Teman-teman sendiri bagaimana? Punya alergi nggak sama boneka beruang?

Biasanya sih yang koleksi boneka orangnya rapih dan rajin beresin kamar. Nggak kayak saya. Meja kerja saya aja jarang diberesin. Entah kenapa selalu suka melihatnya berantakan setiap harinya. Terasa lebih hidup aja gitu. Saya yakin banyak juga teman-teman di luar sana yang orangnya sama kayak saya nggak bisa beresin sesuatu dengan benar. Untungnya suami saya orangnya suka beres-beres. Jadi dia yang paling sering beresin barang di dalam kamar ini. Kecuali meja kerja saya. Meja kerja saya selalu saya minta jangan dibereskan karena khawatir nanti saya lupa menyimpan barang yang saya butuhkan di mana kalau dipindahkan oleh orang lain. Hahahaha...

Padahal sekarang saya punya meja kerja yang besar dan banyak bagian kosongnya. Tetap saja di bagian sekitar papan keyboardnya penuh oleh barang lain. Kotak. Kertas. Bahkan parfum. Ada semuanya di sini. Sampai kadang saya harus menggeser beberapa barang supaya saya bisa mengetik karena keyboardnya tertimbun oleh barang tersebut. Hahahha enggak ding... nggak sampai segitunya juga kok.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers