20 November 2015

Menemukan Buku Resep Slow Cooker




Apa hubungan Slow Cooker sama kuliah saya di Sekolah Tinggi Bahasa Asing? Semester tiga ini memang banyak sekali tantangan yang harus diselesaikan di setiap mata kuliah. Terutama mata kuliah Speech, Speaking, dan Public Relation. Kita nggak hanya dituntut bisa berbicara di depan banyak orang menggunakan bahasa Inggris yang lancar jaya tapi juga sebelum itu harus bisa menyiapkan outline untuk bahan pembicaraan kita di depan. Terutama untuk mata kuliah Speech, ada tantangan lainnya, yaitu dosennya selalu meminta kami lebih banyak membaca.

Saya sih suka membaca. Banyak kok buku yang sudah saya baca walaupun jauh lebih banyak lagi buku yang belum saya baca. Beberapa hasil unduhan sudah saya cetak sendiri dan jilid hardcover sehingga menjadi buku yang bagus. Sampai akhirnya untuk tugas berikutnya saya menemukan buku resep slow cooker. Tadinya saya mencari tentang buku resep masakan saja sih sebenarnya. Nggak paham banget juga tentang berbagai teknik masak.

Slow cooker membuka wawasan saya tentang dunia masak. Walaupun ada juga buku lain yang saya temukan, mengenai makanan mentah yang tentu saja bertolak-belakang dengan slow cooker ya. Tapi saya akan baca keduanya dan memutuskan mengambil pemahaman yang mana soal makanan meskipun pada akhirnya saya tetap akan jauh lebih mempertimbangkan selera suami dan anak saya. Karena memang saya akan memasak untuk mereka bukan?

Namun tak ada salahnya menambah pengetahuan dengan lebih banyak membaca bahkan yang saling bertentangan sekalipun. Oiya saya juga menemukan buku elektronik Islam In Focus yang bisa saya jadikan acuan untuk belajar Islam lebih banyak. Gara-gara banyak nonton video tentang orang yang masuk Islam, akhirnya mengantarkan saya pada satu pemahaman bahwa untuk memahami Islam yang harus saya lakukan adalah membaca Al-Qur'an lebih banyak (terutama artinya) dan buku-buku yang mengajarkan segala hal tentang hidup ini berdasarkan jalan Islam.

Padahal saya sudah lahir dan membesar sebagai seorang muslim tapi rasanya pengetahuan saya tentang Islam masih cetek sekali. Masih dangkal. Begitu juga tentang banyak hal lain di dunia ini. Semua itu hanya bisa saya tembus dengan memperkaya diri saya dengan pengetahuan yang saya dapatkan dari buku yang saya baca.

Bagaimana mungkin nanti saya mampu menghasilkan tulisan yang 'kaya' kalau saya sendiri sangat miskin dengan ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers