7 November 2015

Membuat Mereka Butuh


Terkadang ada keinginan dapat pengunjung ratusan ribu seharinya.
Biar kekinian. *eh – Rohani Syawaliah, seorang Umak-Umak beranak satu.

Tips dari banyak website yang saya baca kalau mau dapat pengunjung di blog atau website kita tentu saja dengan membuat postingan yang menarik atau bermanfaat buat orang lain alias dibutuhin sama orang. Tapi gimana caranya kita menuliskan sesuatu yang bermanfaat tapi kita nggak tahu? Hehehe... dibandingkan dengan membuat tulisan yang dibutuhkan orang gimana kalau dibalik aja posisinya, menulis sesuatu yang bikin orang butuh. Emang bisa? Nggak tahu juga saya mah....

Tulisan ini hanya sebuah postingan ngalor-ngidul. Buat cerita-cerita lebih intim saja. Sebab kalau kebanyakan review produk atau toko online khawatirnya banyak yang kabur dari blog ini. Dikiranya saya nggak nulis hal personal lagi gitu. Padahal sih ya, kalau memang Raza bisa dibiarkan sebentar sama Neneknya saya mau nulis banyak tentang hal personal yang tak sempat saya curhatkan dengan suami. Sebab banyak hal yang tak saya tuliskan biasanya sudah saya curhatkan pada suami. Ya hal personal kan curhatan ya?

Biasanya sih yang ingin tahu tentang kita ya teman-teman kita. Jadi tulisan apa pun yang berkaitan dengan kita akan mereka butuhkan. Tinggal menulis aja tentang hal-hal pribadi yang tak terlalu privasi di blog, yakin deh bakalan mereka lalap sampai habis. Karena tanpa saya sadari, masih ada kok pembaca setia blog ini yang tak pernah absen. Terima kasih banyak karena terus membaca tulisan saya yang rasanya peningkatannya belum terlalu spektakuler ini.

Malah saya curiga kemampuan menulis saya gitu-gitu aja. Tapi untungnya masih ada yang mampir ke blog ini dan membuat dapur saya tetap ngebul. Walaupun nggak punya penghasilan dari blog masih ada suami yang bertanggung jawab terhadap sandang pangan dan papan saya. Tapi ya itu. Saya sudah terbiasa pegang uang penghasilan sendiri. Agak nggak enak hati ngehamburin uang suami. Kalau uang sendiri dihamburin mah urusan sendiri ya, tapi ya itu tetep aja suka banyak mikir. Apalagi sekarang sudah punya anak bujang yang butuh biaya buat kedepannya. Namun mengingat kembali petuah orang tua tentang anak sudah punya rezekinya masing-masing cukup melegakan ya. Sebab saya takut aja Raza bakalan hidup susah sama saya. Nggak kepengen ngeliat dia hidup kekurangan kayak saya dulu. Meskipun sebenarnya, masa lalu saya sangat berperan besar membentuk saya yang sekarang ini.

Eh tapi saya bersyukur banget setelah kelahirannya banyak iklan bermunculan yang melibatkan dirinya. Alhamdulillah...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers