13 November 2015

Me Time!


Sekarang me time saya adalah bisa duduk di depan PC lalu menulis sebanyak-banyaknya yang saya bisa. Sebab sekarang ini PLN sesuka hati memutus listrik dan membuat saya hanya bisa menggunakan ponsel buat mengetik. Tapi ya nggak bakalan bisa sebanyak mengetik menggunakan PC. Apalagi keyboard PC sudah pas banget di tangan saya. Berharap bisa menyolokkan keyboard PC ke android deh. Sayangnya kemaren pas nyobain kabel OTG ternyata smartphone saya nggak bisa. Sayang banget kan? Kalo bisa saya kan nggak perlu nyalain PC cuman buat mindahin data, tinggal beli harddisk external lalu colokin aja ke hp.

Saya butuh piknik sih sebenarnya. Tapi tahun pertama Raza kayaknya nggak bakalan bisa memikirkan soal liburan. Apalagi sampai ke luar kota. Palingan saya hanya bisa menikmati video Youtube yang saya suka sambil berbaring menyusukannya sampai kami berdua tertidur. Menyenangkan sih sebenarnya setelah menjadi ibu. Saya jadi punya semangat baru yang tak terbendung saat melakukan sesuatu.

Tapi ya itu suka dilema kalau sudah berkaitan dengan anak, pekerjaan, dan diri sendiri. Saya jadi ingat kata-kata Mbak Temi (atasan saya di Radio Volare) yang mengatakan bahwa saya harus menikmati masa single saya sebelum saya punya tanggung jawab lain. Jadi buat yang sekarang lagi galau nggak punya pasangan. Tingkatkan produktivitas di bidang yang kamu suka sampai kamu akhirnya kekurangan waktu bahkan untuk memanjakan diri sendiri.

Pijit di Nakamura kayaknya bakalan enak banget nih. Soalnya sudah lama sekali nggak pijit di sana. Ingin membawa serta kedua ibu saya. Umak dan mertua. Dua perempuan yang menguatkan saya dalam berbagai hal dengan cara mereka masing-masing. Saya beruntung. Terlalu beruntung bisa menjadi anak dan menantu mereka.

Me time saya ya di rumah aja sekarang. Bisa menulis sepotong dua potong artikel lalu menyusukan anak kembali yang sebentar lagi berusia 6 bulan. Begitu cepat waktu berlalu saat sudah menjadi seorang ibu. Padahal beberapa bulan sebelumnya saat berjuang di ranjang melahirkan, waktu begitu lambat bergerak. Lima menit serasa 5 jam. Satu hal yang saya terus katakan pada diri saya waktu itu, bahwa ini akan segera berlalu. Sebentar saja. Nggak akan lama. Untungnya hanya butuh 24 jam. 

Nggak kebayang kalau sampai membutuhkan waktu 3-4 malam. Semalaman saja saya sudah teriak-teriak mau nyerah. Apa kabar ibu saya saat melahirkan saya hampir 30 tahun yang lalu ya? Ternyata saya sudah menua. Harus lebih banyak bersujud di sajadah nih.

Padahal waktu pertama kali belajar menulis, saya masih duduk di bangku SD dan menulis menggunakan kertas yang saya punya. Kadang pulpen macet. Belum lagi gangguan lainnya.

What is your me time?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers