1 November 2015

All That Glitter is Not Gold


Kehidupan itu luas, Nak. Luas sekali. Satu di antara bagian kecil kehidupan manusia ya di jenjang pendidikan yang dia jalani. Namun terkadang saya tak habis pikir dengan orang yang terlampau membesar-besarkan bagian kecil ini. Terlalu banyak menghabiskan energi hanya untuk bagian kecil kehidupannya.

Mengapa kita tak memikirkan untuk 10 atau 20 tahun ke depan. Bukan hanya memikirkan hari ini saja. Kalau memang ingin bersenang-senang dalam hidup ya jangan banyak mikir sih sebenarnya. Tapi sebagai seorang perempuan dewasa. Cukup deawas lah ya. Bolehlah disebut sebagai seorang wanita dewasa yang akhirnya mulai menemukan jati dirinya sendiri.

Banyak gejala sosial yang saya jadikan pembelajaran kehidupan ini. Misalnya dengan orang-orang yang punya kondisi kejiwaan yang mengganggu kehidupan orang lain. Saya tak akan menyebut mereka gila sih. Karena gila punya porsi yang berbeda lagi dengan gangguan kejiwaan semacam ini. Setiap dari kita sebenarnya punya gangguan kejiwaan. Bukan GILA. Harus ditekankan sekali nih bagian ini.

Pasti ada 'ciri khas' diri kita yang menjadi identitas di mata orang lain. Semoga saja bukan sebagai identitas yang dicap buruk karena banyak orang yang bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kemudian, ada orang yang tak ingin berubah dari kondisi kejiwaannya yang sekarang. Padahal itu cukup mengganggu banyak orang. Saya rasa kalau ada orang yang nggak suka sama kita itu biasa. Sebab kita tak akan pernah bisa menyenangkan banyak orang sekaligus. Apalagi kita punya keterbatasan yang tak membuat kita menjadi manusia super yang bisa segalanya.

Satu hal yang harus kita ingat adalah saat ada banyak sekali orang yang merasa nggak nyaman dengan keberadaan kita. Itu artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan diri orang lain. Saya dulunya berpikir bahwa haters itu ada karena mereka iri dengan kehidupan saya, tapi setelah saya menjadi diri saya yang sekarang yang tak lagi membuat dia tak nyaman dengan keberadan saya, akhirnya dia tak lagi peduli dengan keberadaan saya.

Artinya adalah orang yang nggak suka dengan kita itu bisa membuat kita menjadi orang yang jauh lebih buruk dari yang dia nggak suka sebelumnya atau bisa menjadikan kita orang yang lebih baik karena kita banyak berkaca setelah dibenci oleh orang lain.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers