Langsung ke konten utama

All That Glitter is Not Gold


Kehidupan itu luas, Nak. Luas sekali. Satu di antara bagian kecil kehidupan manusia ya di jenjang pendidikan yang dia jalani. Namun terkadang saya tak habis pikir dengan orang yang terlampau membesar-besarkan bagian kecil ini. Terlalu banyak menghabiskan energi hanya untuk bagian kecil kehidupannya.

Mengapa kita tak memikirkan untuk 10 atau 20 tahun ke depan. Bukan hanya memikirkan hari ini saja. Kalau memang ingin bersenang-senang dalam hidup ya jangan banyak mikir sih sebenarnya. Tapi sebagai seorang perempuan dewasa. Cukup deawas lah ya. Bolehlah disebut sebagai seorang wanita dewasa yang akhirnya mulai menemukan jati dirinya sendiri.

Banyak gejala sosial yang saya jadikan pembelajaran kehidupan ini. Misalnya dengan orang-orang yang punya kondisi kejiwaan yang mengganggu kehidupan orang lain. Saya tak akan menyebut mereka gila sih. Karena gila punya porsi yang berbeda lagi dengan gangguan kejiwaan semacam ini. Setiap dari kita sebenarnya punya gangguan kejiwaan. Bukan GILA. Harus ditekankan sekali nih bagian ini.

Pasti ada 'ciri khas' diri kita yang menjadi identitas di mata orang lain. Semoga saja bukan sebagai identitas yang dicap buruk karena banyak orang yang bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kemudian, ada orang yang tak ingin berubah dari kondisi kejiwaannya yang sekarang. Padahal itu cukup mengganggu banyak orang. Saya rasa kalau ada orang yang nggak suka sama kita itu biasa. Sebab kita tak akan pernah bisa menyenangkan banyak orang sekaligus. Apalagi kita punya keterbatasan yang tak membuat kita menjadi manusia super yang bisa segalanya.

Satu hal yang harus kita ingat adalah saat ada banyak sekali orang yang merasa nggak nyaman dengan keberadaan kita. Itu artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan diri orang lain. Saya dulunya berpikir bahwa haters itu ada karena mereka iri dengan kehidupan saya, tapi setelah saya menjadi diri saya yang sekarang yang tak lagi membuat dia tak nyaman dengan keberadan saya, akhirnya dia tak lagi peduli dengan keberadaan saya.

Artinya adalah orang yang nggak suka dengan kita itu bisa membuat kita menjadi orang yang jauh lebih buruk dari yang dia nggak suka sebelumnya atau bisa menjadikan kita orang yang lebih baik karena kita banyak berkaca setelah dibenci oleh orang lain.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan