27 Oktober 2015

Terarah dengan Jadwal


Kayaknya saya harus menyusun jadwal harian yang lebih spesifik jika memang ingin mencapai target yang saya butuhkan di dalam keseharian saya. Seperti apa yang harus saya lakukan setiap jamnya. Sayang aja ya kalau waktu terbuang percuma dan saya terus berada di dalam sarang yang tidak nyaman ini. Saya harus keluar dari zona nyaman dan memaksa diri saya untuk lebih disiplin dalam menghargai waktu. Apalagi blog ini mulai terbengkalai. Blog lainnya jangan ditanyakan lagi apa nasibnya.

Menyedihkan juga kan kalau harus melihat ada blog yang kosong padahal bisa diisi lebih banyak tulisan. Sayang sudah membayar sewa domain setiap tahun tapi tidak dimanfaatkan bukan?

Saya ingat lagi dengan seseorang yang bahkan mencatat berapa kali dia harus tersenyum dengan orang asing. Saya pernah juga mencoba tersenyum dengan orang asing dan ujung-ujungnya malah diundang ke kamar hotelnya. Widiwwww...

Itulah terkadang yang membuat saya akhirnya menjaga jarak dengan orang. Mengapa mereka harus mengartikan senyuman saya sebagai sebuah ajakan kencan?

Jam bangun saya juga tidak tentu sekarang ini. Kalau ngantuk saya suka teledor menghabiskan berjam-jam di tempat tidur. Banyak hal yang belum saya capai. Target saya tertinggal jauh di belakang. Sedangkan saya sudah punya anak laki-laki yang mau tak mau menuntut tanggung jawab dari saya.

Saya tak ingin terkurung di dalam zona nyaman ini terus-terusan. Apalagi banyak sekali orang yang membantu saya untuk menyelesaikan hal-hal yang tak berkaitan dengan pekerjaan yang sedang saya lakoni. Seharusnya saya tidak lalai dengan waktu yang ada. Lima menit pun berharga dan bisa saya manfaatkan untuk menyelesaikan tulisan di blog bukan?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers