29 September 2015

She Used To Be Me



Beberapa tahun yang lalu ada seorang perempuan yang memutuskan untuk bersahabat dengan kesendiriannya. Kesendirian yang rasanya benar-benar sendiri. Punya orang tua tapi tak bisa selalu bersua atau saling menyapa melalui suara. Bahkan sempat dijalani secara sembunyi-sembunyi. Menyebalkan sih rasanya itu. Tak kunjung punya pasangan juga setelah sekian lama menanti. Padahal berharap bisa segera menikah dan punya sesuatu yang disebut tempat pulang.

Bukan rumah pada bentuk yang sebenarnya sih tapi seseorang yang selalu ada saat berada di dalam duka atau suka. Rasanya tuh sedih banget dulu.

Sendirian di Kota Pontianak. Bertahan dengan segala keadaan tanpa ada yang benar-benar bisa diajak bicara sampai akhirnya dia menemukan 'dinding' untuk menuliskan segala keluh-kesahnya. Setiap hari dia akan menghabiskan berjma-jam di depan layar komputer dan menumpahkan segala gundah-gulananya. Sampai banyak yang berpikir bahwa dia hebat sekali bisa menulis banyak untuk blognya. Padahal itu semua karena dia terlalu lama sendiri. Tak benar-benar punya seseorang yang bisa diajak berbagi.

Berbagi rasa apalagi cinta.

Seiring berjalannya waktu dia pun menemukan seseorang yang mau menjadikannya teman hidup. Sahabat selamanya. Cinta sejatinya. Walaupun cinta itu sudah terasa berbeda. Bukan cinta yang dia ketahui saat remaja dulu. Mendebarkan. Selalu ingin bertemu. Tak mau terpisah jauh. Ini cinta yang lebih dewasa.

Dia dulu adalah saya. Perempuan itu yang selalu bercerita banyak hal di blog ini. Sampai akhirnya sekarang saya sadari bahwa tak semuanya harus saya ceritakan di sini. Ada hal-hal yang harus disimpan di dalam hati saya atau dibagi dengan suami. Itu sebabnya saya tak bisa menulis sebanyak dulu. Banyak batasan yang harus dijaga sekarang ini. Apalagi kehidupan berumah tangga bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Banyak oran yang menjadi pegangan untuk saya meneruskan perjalanan ini. Karena kehidupan adalah perjalanan panjang yang tak bisa kita tebak ujungnya.

Ah ternyata saya lebih jaga image sekarang. Tak lagi sebocor dulu dan semuanya terhampar di blog ini. Seakan-akan saya ingin semua orang membaca tentang saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers