Langsung ke konten utama

Roti Cane (Canai) Mertua





Selain dodol cengkarok yang ngehits itu, ibu mertua saya juga sangat jago membuat roti cane alias roti canai. Di kampung saya sih penyebutannya roti canai. Sebenarnya 'canai' juga identik dengan alat untuk menghaluskan beda. Jadinya kesannya kayak makan roti yang 'berat' banget. Roti cane ini identik sih dengan kuah kari kambing, meskipun sudah banyak juga yang membuat varian kuah. Seperti kari ayam, sapi, bahkan juga telur.

Dengan adanya variasi kari, harganya juga jadi bervariasi. Paling terjangkau tentu saja yang menggunakan kuah kari telur. Paling mahal yang pake kari sapi atau kambing.

Beberapa hari yang lalu iseng aja sih sebenarnya memajangnya di sosial media. Intinya mah sederhana. Siapa tahu ada yang beli. Sebab saya rasa ibu mertua saya juga sangat senang membuat panganan. Menyalurkan hobi dan keterampilannya menjadi sesuatu yang menghasilkan. Walaupun sebenarnya untuk kebutuhannya sudah terpenuhi tanpa berjualan sekalipun.

Lumayan kan?

Pesanan pertama itu 60 pcs roti. Lumayan juga ternyata. Apalagi ibu mertua saya membuat ukuran roti yang cukup besar. Berbeda dengan ukuran roti cane yang ada di pasaran yang saya rasa memang agak kecil. Harganya juga tetap terjangkau kok. Hanya dijual 3.000/pcs roti.

Selain bisa membuat dodol cengkarok dan roti canai sih sebenarnya masih banyak panganan lainnya yang sangat bisa dibuat oleh mertua saya. Apalagi untuk memasak di acara pernikahan orang. Dia mah jagonya.

Saya adalah menantu perempuan paling beruntung di dunia ini. Bisa makan enak setiap hari karena mertua saya yang jago sekali masaknya. Udah gitu dia juga bukan mertua yang galak. Kalo sama cucunya sih iya, galak banget. Hehehe...

Banyak sekali kekurangan saya sebagai menantu tetapi tak pernah sekalipun dia protes terhadap hal tersebut. Ah... nikmat mertua mana lagi yang bisa saya dustakan. Belum lagi saya punya 5 kakak ipar perempuan yang baik banget. Semuanya seperti menjadi ibu kedua buat Raza. Sehingga saya tidak terlalu khawatir meninggalkannya selama kuliah.

Order: 085654626686

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan