2 Oktober 2015

Mata Kuliah Etika Profesi (2)

 

Ini adalah lanjutan postingan beberapa minggu yang lalu yang ngebahas soal sebuah mata kuliah yang menjadi bahan postingan saya karena istimewa banget mata kuliah ini. Kami belajar untuk memiliki etika di dalam profesi yang kami miliki. Apa pun itu. Terutama juga belajar untuk beretika selama berada di dalam kelas untuk mata kuliah tersebut. Kabar baiknya, dosennya orang Sambas. Bakalan bisa lebih banyak ngobrol sama dia di luar kelas karena dia suka menggunakan bahasa Sambas. Yeay!

Nah sebelumnya sang dosen sudah memberikan sedikit tips untuk kami mengubah penampilan kami. Terutama soal sepatu. Aduh saya sudah nyaman sekali mengenakan sepatu yang biasanya saya gunakan setiap hari. Sepatu yang sama sekali bukan sepatu formal. Penuh dengan tali dan tak ada heelsnya.

Jadi Kamis kemarin saya mengganti sepatu saya dengan sepatu yang ada tumitnya. Itupun cuma 5cm tingginya. Nggak sanggup deh kalau harus lebih dari itu. Apalagi tulang pubis saya masih sakit setelah melahirkan Raza 4 bulan yang lalu. Jalan turun naik tangga aja kadang membuat saya nyeri. Mau nggak mau jalan pelan-pelan.

Pilihan sepatu yang disarankan sang dosen untuk rok adalah sepatu formal yang tidak tertutup seluruhnya sedangnya untuk boots lebih disarankan menggunakan celana. Saya sudah lama sekali tidak menggunakan celana di tempat umum. Jadinya pilihan saya tetap pake rok tapi nggak pake boots melainkan sepatu biasa dengan heels. Dilarang menggunakan kaos kaki. Rencananya sih mau beli stocking hitam supaya kaki tetap tertutup.

Kemarin saya menggunakan rok bunga-bunga, sementara dosennya menggunakan rok batik. Untung saya punya dress batik yang cukup formal yang bisa dikenakan untuk pertemuan berikutnya. Soalnya kalau pake kemeja dan rok saya kurang percaya diri dengan bagian perut saya. Sebab masih agak buncit. Maklum kemarin hamilnya gede banget. Sekarang mengecilkannya yang agak susah.

Pengennya sih banyak olah raga ya tapi waktu yang ada harus saya manfaatkan untuk hal yang lebih krusial kayak ngeblog atau memompa susu.

Walaupun sebenarnya ingin sekali mengembalikan perut ini kebentuk semula biar nggak keliatan buncit banget. Badan saya sekarang juga lebih gemuk dibandingkan sebelum hamil atau sebelum menikah. Walaupun terlihat kurus karena memang tulang saya kecil.

Tubuh dosen mata kuliah Etika Profesi ini bikin iri banget. Padahal dia melahirkan dua minggu aja jaraknya dengan saya tapi dia punya bodi memang singset dan kayak nggak pernah melahirkan gitu. Ahhh... jadi galau deh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers