18 Oktober 2015

I Miss The Old Time

Waktu ternyata bukan bergerak pelan. Sangat cepat seperti terbang. Rasanya baru kemarin saya berhasil menyelesaikan tantangan menulis hingga 12 postingan sehari. Sekarang sudah hampir dua tahun berlalu dan kecepatan menulis saya menurun jauh sekali. Jauh. Sebab sekarang saya lebih banyak berpikir sebelum menulis. Tak seperti dulu yang tak peduli apa tanggapan orang mengenai tulisan saya. Bahkan mau curhatan colongan pun dituliskan. Terlepas dari bermanfaat atau tidak nantinya.

Kalau tak terlalu banyak mikir sih sebenarnya bisa menulis banyak ya, tapi malu juga sudah berumur begini masih aja curcol di blog sendiri. Bagian yang tidak saya inginkan juga sekarang ini adalah terlalu banyak pamer di blog. Sebab saya rasa dulu kehadiran orang yang tak menyukai saya karena saya terlalu banyak pamer di blog ini dan membuat orang lain kesal. Mau dia iri atau tidak sih itu hanya dia yang tahu. Saya tak bisa mengatakan bahwa dia iri makanya dia benci sama saya.

Sebab belum tentu orang yang membenci kita itu iri sama kita lho. Bisa aja dia jauh lebih baik dari kita dan tidak suka ada orang yang sifatnya kayak kita. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja mengubah pribadi kita menjadi lebih baik. Sebab sayang saja kalau kita membiarkan diri kita seperti 'apa adanya' dan tak ingin berubah karena kita merasa bahwa 'inilah kita'. Tak perlu berubah buat orang lain.

Memang sih kita tak perlu berubah kalau alasannya hanya supaya orang suka. Kita harusnya berubah menjadi pribadi yang lebih baik karena kita sayang sama diri kita. Sebab kita punya banyak orang yang juga sayang sama kita. Dalam keadaan menyebalkan aja mereka bisa sayang sama kita apalagi kalau kita berubah jadi yang lebih baik bukan?

Kekosongan di beberapa tanggal sekarang juga mau tak mau harus diisi sesuai dengan komitmen saya sejak dulu bahwa saya akan selalu mengisi blog ini setiap hari. Keteteran sih iya. Apalagi sekarang internet yang saya gunakan bukanlah Wigo melainkan layanan yang ada di smartphone saya. Lumayan kenceng dibanding Sp*** jadinya sekarang bisa lebih cepat memosting tulisan.

Beda dengan beberapa waktu sebelumnya yang masih ngotot aja pakenya Tri. Padahal harga paketnya juga nggak jauh beda, ngapain maksain buat pake Tri yang sekarang lelet banget kan?

Ah saya hanya rindu dengan waktu-waktu dulu. Saat masih ngeblog pake laptop butut. Internet nebeng di kantor. Pake modem yang paketnya 35.000/bulan. Banyak sekali yang saya rindukan. Ternyata lewat begitu aja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers