60 Tahun Astra

60 Tahun Astra

21 Oktober 2015

Histrionic Personality Disorder Gangguan Kejiwaan yang Nama Kerennya Drama Queen


Saya baru tahu bahwa nama kerennya itu drama queen. Sebenarnya saya sudah mengenal lama orang yang berada pada tingkatan 'drama queen' akut. Dia saudara saya sendiri. Tak ingin orang lain mendapatkan perhatian. Dia pengennya dialah yang menjadi orang yang paling diperhatikan. Orang yang mendapatkan perhatian penuh dari banyak orang. Barangkali bisa dikatakan orang yang menjadi titik putaran dunia ini.

Menyedihkan tentu saja karena banyak orang yang akan menjadi korban keegoisannya. Sebab ketika dia tak mendapatkan perhatian yang diinginkannya dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya kembali. Itu akan sangat melelahkan sebenarnya. Sebab tidak mungkin kita akan tersu mendapatkan yang kita inginkan di dunia ini dengan mudah. Apalagi tak mudah untuk mendapatkan perhatian orang secara positif. Berbeda dengan perhatian negatif. Akan sangat mudah menjadi orang yang dibenci orang lain.

No one likes drama queen.

Percaya deh! Karena saya sendiri tak berharap menjadi orang yang paling tenar di mana pun saya berada, malah sebenarnya agak mengganggu kalau kita dikenal terlalu banyak orang, jadi saya menyayangkan sekali ada orang yang suka menjadi pusat perhatian. Kecuali jika dia memang hidup dari 'perhatian' yang dia dapatkan tersebut, saya masih bisa memakluminya. Namun dalam kehidupan nyata kita, seberapa banyak perhatian sih yang kita butuhkan?

Bahkan dari orang tua kita sendiri deh. Bila kita memang punya banyak saudara, tak mungkin kita mendapatkan perhatian hanya untuk kita sendiri. Kita harus berbagi dengan saudara kita yang lain. Itu sebabnya, saya tak terlalu meminta perhatian dari orang tua saya sekarang ini. Karena 'drama queen'-nya sudah lebih dulu lahir dari saya dan dia haus akan perhatian.

Nama keren gangguan kejiwaan drama queen ini sendiri adalah Histrionic Personality Disorder (HPD). Ada perbedaan mendasar dengan Borderline Personality Disorder (BPD) yang punya gejala serupa. Namun yang membedakannya adalah orang dengan Borderline seringkali menghilangkan dirinya dalam usaha-usaha untuk memdapatkan perhatian orang lain. Nah, sedangkan Histrionic umumnya ingin jadi pusat perhatian. Orang Borderline akan mati-matian berpegang teguh pada diri orang lain berkaitan dengan self-doubt dan kebutuhan. Tapi orang yang berada pada gangguan kejiwaan histrionic secara jelas sekali ingin mendapatkan atensi dari orang lain. Tanda-tanda HPD self-dramatitation, tampil selalu lebih dari yang seyogianya, tampil menarik dan lebih fokus pada penampilan fisiknya.

Orang yang punya gangguan ini juga cenderung mudah untuk irritable (mudah terganggu, lekas marah) dan sifat temperamen lainnya yang tidak segan dikeluarkannya. Itu semua akan terjadi apabila keinginannya untuk menarik perhatian tidak terpenuhi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers