6 Oktober 2015

Blogger SEPOK


Sebenarnya semua orang juga punya sisi 'sepok'-nya. Ketika pertama kali mengalami sesuatu, mau tak mau ada bagian diri kita yang merasa terlalu excited sama hal tersebut yang berujung pada yang namanya sepok. Sepok sih familiar terdengar saat orang Melayu Pontianak berkomunikasi. Jadi jangan heran banyak yang suka menyebut kata-kata ini ketika teman-teman berkunjung ke Pontianak. Entah itu seperti berikut ini.

“Iiiiih sepok kau nih...”
“Sepoknyeeee....”

Bahasa sederhananya sih norak. Hehehe...

Oiya di Pontianak penyebutan 'kau' bukan seperti orang Batak ya, melainkan disebut sampai 'u'-nya. 'Kau' dibunyikan sebagai 'ka-wu'. Kasar sih ya tapi sudah biasa di sini. Terutama seumuran atau untuk menyebut orang yang lebih muda dari kita.

Di dunia perbloggeran pun ada kok istilah sepok alias baru nemu. Norak karena baru tahu. Saya juga gitu dulu. Nggak mikirin apa yang saya bagikan akan bermanfaat buat orang atau enggak. Orang lain sudah tahu atau belum. Sehingga terlihat banget sih saya sepok-nya selama ngeblog. Dari judul tulisan saya yang lama juga saya yakin kesepokan saya terlihat sangat jelas bagi blogger yang sudah menggeluti 'bisnis' ini bertahun-tahun.

Barangkali mereka hanya akan tersenyum sambil geleng-geleng kepala kalau mampir ke blog ini. Ya kali blogger yang sudah kawakan akan mampir ke sini. Siapa tahu aja tersesat, ke sini.

Ketika membaca tulisan orang yang masih sepok dibaca sepo' seperti pada bapak dengan dunia tertentu saya juga sekarang senyum-senyum sendiri. Bukan menertawakan orang tersebut melainkan menertawakan diri sendiri. Saya pasti pernah sepok juga. Bahkan jangan-jangan lebih sepok lagi dari mereka.

Apakah sepok dosa?

Enggak dong. Itukan karena kita belum tahu aja. Lalu dilihat oleh orang yang sudah tahu dan menganggap bahwa kita norak. Itu aja sih. Selama noraknya tidak melanggar hukum agama atau negara ya nggak masalah dong ya....

Itu sebabnya saya senang sekali membaca tulisan lama, hanya untuk mengingat bahwa saya pernah sesepok itu dulunya. Tingkatan-tingkatan sepok pasti berbeda...

 

1 komentar:

  1. Sepok bise juga disebut dengan nama desa kami. Desa Sepok Laut, Sungai KaKAP.

    BalasHapus

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers