29 Oktober 2015

Baru Terasa Bekerja



Duduk di kursi. Mata menatap komputer. Tangan menari di atas keyboard yang diletakkan di atas meja kayu yang besar. Penuh dengan kertas berserakan. Telinga mendengarkan lagu. Tekun menulis banyak postingan sampai larut malam. Setelah punya meja besar dan harus duduk di kursi yang bisa diputar 360 derajat saya baru merasa 'bekerja'. Selama ini saya memang duduknya di tempat tidur bahkan di lantai untuk menulis. Tidak terpikir untuk punya meja 'kantoran'.

Beberapa hari duduk di kursi begini membuat saya merasa saya berada di kantor beneran. Ternyata nggak buruk banget sih. Itu karena kantornya di kamar kali ya. Nggak kebayang kalo berada di balik meja kantor sebuah perusahaan. Palingan saya harus pasang headset selama berada di 'kantor' saya ini supaya konsentrasi nggak buyar oleh suara-suara aneh. Tapi ujung-ujungnya tetap buyar saat si Raza butuh minum. Hampir setiap sejam sekali dia akan menangis dan minta susu selama tidur. Bahkan tak jarang dia meminta setiap setengah jam sekali.

Berat sih memang ya mengerjakan banyak hal sementara punya bayi yang masih menyusu. Tapi mau nggak mau tetap harus dijalani karena tak ada yang bisa saya lepasan seutuhnya. Apalagi Raza bukanlah sesuatu yang bisa saya jadikan hal nomor dua.

Dulu belum selelah ini untuk sekadar menulis dan menyelesaikan pekerjaan online lainnya. Jadi sekarang baru terasa benar-benar bekerja karena memang sangat melelahkan menjalani semuanya secara sekaligus. Walaupun sudah ada suami yang menyelesaikan urusan di luar sana yang tak bisa saya kerjakan sendiri. Namun berpikir juga butuh tenaga. Kadang sampai terserang migrain kalau sudah terlalu lelah tapi tetap memaksakan diri untuk bekerja.

Dari semua hal itu saya masih bisa mengatakan, saya beruntung tidak bekerja di perkantoran yang menuntut saya harus bekerja dari jam 7 atau 8 pagi kemudian pulang sore hari. Nggak kebayang bagaimana mengatur waktu dan meninggalkan Raza sampai lebih dari 4 jam. Selama kuliah saja saya masih kepikiran tentang Raza. Bagian baik lainnya juga dia lahir mendekati jadwal ujian akhir sehingga setelah itu saya bisa libur akhir semester bersamanya beberapa bulan.

Supaya lebih terasa bekerja kayaknya saya harus membuat jadwal kerja yang harus saya patuhi setiap hari. Soalnya saya masih terlalu banyak berkompromi dengan diri sendiri. Padahal saya tahu banyak sekali yang harus saya tuntaskan. Namun gagal saat saya tenggelam dalam bantal dan tertidur seperti siang tadi. Ya memang saya butuh istirahat juga sih. Soalnya saya bukan orang yang terbiasa tidur siang. Kalau ada waktu saya sampai jatuh tertidur, itu artinya saya butuh tidur sekali.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers