Langsung ke konten utama

Awal Semester Jangan Lupa Bawa Flashdisk

 


Ini yang harus selalu saya ingat. Membawa flashdisk di awal semester. Soalnya kadang dosen banyak yang akan memberikan ebook. Ada beberapa sih yang saya bisa unduh ebooknya. Tapi ada satu mata kuliah yang susah banget cari unduhan ebooknya. Padahal dosennya nemu juga dari internet. Agak aneh saya gagal menemukannya dengan kata kunci yang sama kan?

Mungkin alogaritma google yang membuat saya kesulitan ya. Siapa tahu aja sekarang ebook tidak segampang dulu buat diunduh. Apalagi kalau ebook tersebut adalah bajakan. Jadi ingat sama satu buku yang nggak nemu unduhan gratisnya. Pengen beli. Di amazon nemu tapi khawatir soal kapan sampainya jadi lebih memilih untuk beli di OpenTrolly yang memang menjual buku luar negeri. Ternyata mahal harganya. Sampe sejuta lebih. Satu buku aja.

Kalau bukunya buat ngajar sih nggak apa-apa. Ini saya masih mahasiswa. Rasanya sayang banget harus mengeluarkan uang sampai satu juta lebih untuk satu buku. Belum buku yang lain lagi.

Akhirnya pada ngopi buku dosen aja deh kalau memang nggak nemu file pdf yang bisa diprint out. Padahal lumayan kalau saya bisa nemu ebooknya. Setidaknya akan ada belasan mahasiswa lain yang mau minta cetak juga dan itu bisa jadi penghasilan tambahan buat saya. Bisa buat beli-beli produk Oriflame deh. Hehehe...

Kayak buku Better Writing Right Now yang digunakan untuk mata kuliah Writing 1, ada belasan orang yang mencetak ke saya. Bisa balikin uang tinta dan kertas dan ada keuntungan juga di dalamnya.

Kalau kebetulan bukunya bisa diunduh sendiri sih nggak perlu bawa flashdisk ya. Nah buat yang bukunya nggak nemu-nemu juga mau nggak mau ya minta file sama dosen. Kadang saya sampe minjem flashdisk teman sekelas. Padahal saya sendiri punya banyak flashdisk di rumah. Cuma ya itu suka lupa kebawa. Hehehe...

Palingan yang selalu ingat bawa flashdisk adalah suami saya. Soalnya dia selalu memutar lagu buat di perjalanan dia mengantar air ke rumah pelanggannya. Beda dengan saya yang jarang menggunakan flashdisk semenjak nggak pake notebook lagi.

Kangen sebenarnya ingin ngeblog pake notebook. Lebih praktis dan bisa digunakan sambil nonton TV dan yang lainnya. Beda sekali dengan PC yang mau nggak mau harus duduk diam di kamar tanpa hiburan lain. Sendirian dan musti nunggu Raza tidur dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan