4 September 2015

Raza Mau Sepeda Apa?


Memiliki seorang anak, apalagi anak laki-laki, membuat saya membayangkan banyak hal yang bisa dilakukan bersamanya. Apalagi banyak yang mengatakan bahwa ibu adalah cinta pertama anak laki-laki di dunia ini. Ah terdengar sangat menyenangkan. Apalagi kalau melihat dia tertawa. Cara dia tertawa seakan tak ada satu hal di dunia ini yang buruk. Segalanya terlihat indah di matanya. Mata yang selalu memantulkan bayangan saya di dalamnya saat dia menempel di dada saya untuk mengisi amunisi. Itulah bahagianya menjadi seorang ibu yang bisa menyusui anaknya.

Usia Raza memang baru tiga bulan. Tapi saya sudah memikirkan kendaraan yang akan saya belikan untuknya di masa depan. Walaupun di rumah sudah ada beberapa sepeda yang menantinya, rasanya tetap saja belum cukup. Ingin memberikan yang terbaik untuknya membuat semangat mencari uang saya meningkat berkali-kali lipat. Terpikirkan untuk membelikannya sepeda listrik yang bisa dia gunakan untuk berangkat sekolah. Walaupun saya lebih yakin suami saya akan menikmati mengantar jemput anaknya sekolah dibandingkan membiarkannya bersepeda sendirian pulang dan pergi.

Barangkali saat dia SMA nanti saya bisa membelikannya kendaraan buat sekolah. Sekarang ini hanya bisa menimbang-nimbang dan menyiapkan apa saja yang dia butuhkan. Raza, begitu banyak yang ingin Umak lakukan bersamamu selain hanya menggendong dan tidur bersamamu. Ingin mendengar suaramu berbicara lebih banyak dan nanti untuk pertama kalinya kamu akan memanggil 'Umak' tanpa hentinya.

Seandainya saja bisa memutar waktu kembali, ingin kembali ke September tahun lalu dan membatalkan rencana kuliah di ABA sehingga tak perlu khawatir harus meninggalkannya selama beberapa jam untuk menuntut ilmu di kampus. Nggak kuat rasanya. Dua jam saja berpisah rasanya ada yang saya pikirkan terus di dalam kepala. Tak terbayangkan jika suatu hari nanti dia sudah besar dan pergi kuliah di luar Pontianak. Apakah akan saya izinkan? Sekarang belum sanggup memikirkan sampai ke sana....

Raza yang sekarang baru berumur tiga bulan. Wajahnya yang bulat. Lebih mirip Abahnya dibandingkan saya. Dia adalah cinta saya yang sesungguhnya. Cinta yang tak akan pernah putus. Lelaki yang akan terus saya cintai seumur hidup saya. Lelaki yang membuat hidup ini terasa lebih waras dan lebih bermakna. Tak terbayangkan akhirnya saya jatuh cinta sedemikian dalamnya pada seorang manusia. Seorang anak manusia.

Apa pun saya korbankan untuknya. Waktu, tenaga, dan segala yang saya punya. 

@honeylizious

Followers