20 September 2015

Koruptor Itu Harus Banyak-Banyak Mengingat Mati


Mungkin mereka lupa bahwa segunung uang itu tak akan dibawa mati tapi mampu membawa mereka ke neraka. - Rohani Syawaliah, blogger anti koruptor.

Sejak awal menuliskan tentang koruptor saya memang sudah membahas berbagai jenis hukuman yang ingin saya berikan pada koruptor di negeri ini. Walaupun saya tahu bahwa pengadilan Allah nantinya akan jauh lebih adil dan memberikan hukuman yang sesuai dengan yang telah kita lakukan di dunia ini. Saya juga insan yang tak luput dari dosa. Namun saya dan kalian yang membaca ini yang tidak melakukan tindak pidana korupsi berbanggalah karena kita tidak semiskin itu sampai harus menggelapkan uang negara.

Namun yang paling lucu membahas soal koruptor adalah betapa mereka masih dengan bangganya membusungkan dada setelah ketahuan mencuri uang dari negara kita ini. Mereka bahkan lebih rendah dari pengemis yang ada di lampu merah. Bedanya hanya mereka naik mobil mewah saja dan mencuri dengan jas-jas mereka.

Kadang ingin sekali membalas orang yang sombong dengan harta korupsi itu dengan membuka aib mereka selebar-lebarnya. Memberitakan kepada dunia berapa banyak istri bapaknya di luar sana yang tak terendus negara. Berapa jumlah anak yang harus lahir tanpa status yang jelas dari rahim-rahim perempuan simpanannya. Berapa banyak perempuan yang rela ditiduri oleh laki-laki yang membawa uang hasil tipu-tipu ini?

Apalagi ada seseorang yang sangat saya kenal keluarganya, melakukan tindakan korupsi, hamili perempuan sana-sini, masih seenak jidatnya suka menghina orang lain. Untung saya masih mengingat mati. Ingat bahwa dunia ini hanya sebentar. Tak ada yang bisa memberikan bantuan pada kita selain amal saat di alam kubur nanti. Waktu yang diberikan terus berkurang. Jika yang ingin kita lakukan hanya membuka aib koruptor ini kepada keluarganya dengan niat supaya keluarga mereka hancur, itu nggak ada manfaatnya buat kita.

Dia punya banyak istri simpanan? Ya cukup tahu saja. Dia beli properti dari uang korupsi? Ya cukup tahu saja. Punya nomor hape perempuan yang dia tiduri sampai menghasilkan anak? Ya cukup tahu saja. Keluarga mereka sudah hancur tanpa perlu kita mengotori tangan dan mulut kita untuk menghancurkannya lagi. Mereka buta karena harta.

Berbahagialah kita yang punya suami yang setia. Anak-anak yang lahir dari pernikahan bukan di luar pernikahan. Bersenang-senanglah dengan rezeki halal yang kita miliki. Sebab ketika harta yang kita berikan untuk keturunan kita adalah dari hasil korupsi, tidak ada keberkahan di dalamnya. Kita hanya tokoh pewayangan di negeri penuh koruptor ini.

@honeylizious

Followers