9 September 2015

Hard Selling?


Sebenarnya ini adalah kelemahan saya sejak dulu. Saya nggak sadar ketika berkomunikasi dengan orang lain mengenai sesuatu hal ujung-ujungnya terlihat promosi alias hard selling. Sehingga banyak sekali yang mengatakan betapa cocoknya saya di bagian marketing sebuah perusahaan. Walaupun sekarang saya bekerja di 'perusahaan' yang saya bangun sendiri di dunia maya, kemampuan saya mempromosikan sesuatu ternyata selain menjadi kelebihan juga bisa menjadi kekurangan.

Sebab ternyata tak semua orang yang menggunakan jasa saya suka dengan cara promosi langsung seperti itu. Lebih banyak sih yang menginginkan hard selling dibandingkan soft selling. Tapi ternyata ada lho orang yang lebih suka dipromosikan dengan cara yang lebih halus. Bukan secara gamblang.

Sedikit sulit jadinya kalau berbicara mengenai soft selling karena saya terbiasa sekali dengan cara hard selling. Menjual secara langsung gitu ke orang. Namun ini adalah tantangan baru yang harus saya hadapi dan saya mau tidak mau harus bisa mengendalikan kemampuan hard selling saya dan belajar lebih banyak mengenai soft selling.

Sekarang saya juga terasa agak 'jaim' menulis di blog. Jadi ingat waktu pertama kali membuat blog ini. Yang saya pikirkan hanyalah cara mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di dalam kepala dan tak ingin menahannya terlampau lama. Berbeda dengan sekarang. Lebih banyak 'rahasia' yang tak saya tuliskan lagi. Karena sudah ada banyak teman bicara. Bukan seperti dua tahun kesendirian saya di sebuah ruangan di tempat saya bekerja sebagai penyiar.

Saat saya bertahan hidup sendirian dan bingung harus mengadu pada siapa yang mau mendengarkan dan memberikan saran atau sedikitnya sebuah tepukan hangat di bahu kanan saya untuk menguatkan. Atau berharap ada tangan yang mau menghapus air mata yang mengalir di pipi ini saat saya merasa benar-benar sendirian.

Itu sebabnya ketika suami saya mengajak saya menikah saya tidak perlu berpikir dua kali. Saya langsung menerimanya karena itu berarti akhir dari semua kesendirian saya di ruangan dingin itu. Tak ada lagi malam-malam yang saya habiskan hanya dengan menyalakan televisi atau menulis tanpa henti. Waktu saya sekarang lebih banyak digunakan di dunia nyata bersama orang-orang yang sekarang saya sebut sebagai keluarga.

Ah jadi curhat deh tulisannya padahal tadinya mau bahas soal hard selling yang cukup mengganggu saya akhir-akhir ini. Ya sudahlah mendingan curhat di postingan berikutnya saja. Eh....
 

@honeylizious

Followers