26 Agustus 2015

Siomay oh Siomay


Dari banyak panganan yang berasal dari luar Kalimantan Barat yang kurang cocok di lidah saya memang siomay. Entah kenapa setiap kali menggunakan kuah kacang kental seperti itu yang lebih cocok rasanya hanya sate daging. Terutama sate ayam. Paling enak memang dikuah dengan kuah kacang kental dengan bumbu yang enak. Bisa nambah lontongnya lagi deh kalau sudah makan sate langganan di kampung.

Berbeda dengan siomay yang memang panganan asli dari Kalimantan Barat. Terutama lagi dari daerah di kampung saya. Dulu hanya tahu siomay dari televisi, tak pernah membayangkan akan menemukannya di Pontianak. Pertama kali makan siomay itu yang ada di Jalan Parit H. Husin 2 awal masa kuliah. Warungnya ramai sekali.

Saya yang memang masih baru dengan makanan yang satu ini tentu saja sangat tertarik untuk mencoba makan siomay. Ternyata saya tidak suka dengan rasa siomay. Entah mengapa. Bukan karena rasanya tidak enak ya. Sensasinya aja kurang pas kalau makan makanan yang dikuahkacangi itu bukan daging sate ayam. Sampai sekarang pun saya masih tidak suka dengan siomay basah.

Kalaupun ada makanan yang dikuahkacangi seperti sate itu yang saya suka adalah gado-gado atau rujak. Apalagi rujak buah yang ada di Pontianak ini, yang berupa gerobak dorong. Enak sekali kalau ada taburan kacang halus lagi di atas kuah kacangnya yang kental itu. Saking saya suka dengan rujak yang banyak campuran kacangnya sampai tak sadar waktu saya suka makan rujak di awal kehamilan. Saya pikir itu bukan ngidam melainkan hal yang biasa saja.

Seingat saya ada makanan lain yang juga pakai kacang yaitu lotek. Sayuran yang ada kuah kacang kental seperti rujak. Saya makan lotek pertama dan terakhir itu di Jogja. Waktu liburan sendiri di sana. Bersama si abang tukang becak yang setia mengantar ke mana saja. Hal yang unik yang paling saya ingat adalah kebanyakan orang di sana minum teh hangat walaupun hari sedang menyengatnya. Beda dengan di Pontianak yang rata-rata orang akan minum es untuk mengusir panas. Di Pontianak dagang es pasti bakalan laku apalagi kayak es tebu di pinggiran jalan itu.

Banyak orang yang dagang di pinggir jalan itu dagangannya minuman. Walaupun tak jarang juga yang dagang siomay atau batagor di pinggiran jalan bahkan dengan gerobak dorong. Eh ngomong-ngomong ada yang tahu nggak batagor atau siomay itu makanan khas dari mana. Sebagai bukan pecinta siomay saya tentu kurang paham dengan rasa siomay yang paling enak seperti apa. Ada yang tahu nggak sih paling nggak menggambarkan siomay terenak itu seperti apa?

@honeylizious

Followers