25 Agustus 2015

Si Bayi Bermata Cokelat tanpa Softlens

A photo posted by Rohani Syawaliah (@honeylizious) on


Bayi saya memiliki mata seperti saya, tepatnya seperti anggota keluarga saya yang lain. Saudara saya semuanya bermata cokelat. Dengan tingkat cokelat yang berbeda-beda. Seperti saya cokelatnya lebih pekat dibandingkan saudara saya yang lain. Mata adik saya yang perempuan yang paling terlihat warna cokelatnya seperti sedang mengenakan softlens. Mata saya sih tingkat cokelatnya masih cukup meyakinkan untuk dikatakan sebagai 'bola mata asli' bukan softlens tambahan. Beda dengan adik saya yang perempuan itu, karena matanya terlalu cokelat terang warnanya banyak yang mengira dia sedang menggunakan softlens indah di matanya.

Kedua orang tua saya sendiri juga memiliki bola mata yang berwarna cokelat. Terutama Abah saya, cokelatnya juga terang. Alhamdulillah anak saya mendapatkan bagian mata cokelat ini juga. Kebanyakan mata orang kan memang bukan berwarna cokelat. Jadinya matanya terlihat sangat istimewa dengan warna cokelat terangnya tersebut. Ditambah dengan bulu mata yang panjang membuat matanya semakin cantik.

Tak sabar rasanya melihatnya tumbuh membesar dan bisa bicara kemudian remaja hingga dewasa. Akan seperti apa dia nantinya? Walaupun sebelumnya saya takut sekali tak mampu mendidik anak saya di masa depan dengan baik. Beda dengan sekarang setelah punya anak. Mau tak mau harus bisa mendidiknya menjadi orang yang baik. Tak peduli nantinya dia akan genius atau tidak. Selama dia menjadi orang yang baik dan berada di jalan yang benar rasanya itu sudah lebih dari cukup.

Sekarang dia jarang dibawa bepergian sih. Cuma pernah tetap harus dibawa karena tak ada yang menjaganya di rumah. Ketika bertemu dengan banyak orang, perhatian orang memang tertuju pada bola matanya yang berwarna cokelat terang. Padahal di keluarga saya orang yang punya mata cokelat itu biasa saja. Saya juga melihat orang yang bermata cokelat sebagai hal yang wajar saja. Tapi buat orang yang di keluarganya memiliki mata berwarna hitam pekat, cokelat akan terlihat lebih istimewa. Seperti kita yang suka melihat rumput tetangga yang kayaknya lebih hijau dibandingkan rumput kita sendiri. Mau hitam atau cokelat sebenarnya sama saja asal bisa digunakan untuk melihat yang baik-baik sesuai dengan fungsinya.

Buat yang ingin matanya terlihat berbeda warnanya memang dengan mengenakan softlens lagi. Saya sendiri tak pernah terpikir untuk menggunakan softlens untuk keseharian saya sebab mata saya sudah normal dan warnanya juga bukan hitam. Tak ada gunanya menambah kerjaan dengan softlens lagi bukan? Buat yang matanya minus atau plus atau malah silinder kali ya, sesekali melepas kacamata dan menggantinya dengan softlens warna-warni pasti sangat menaril. Teman-teman di sini suka softlens warna apa?
 

@honeylizious

Followers