23 Agustus 2015

Mukena Kesayangan I Miss You



Waktu masih kecil saya hanya punya satu mukena untuk digunakan salat. Kalau sedang dicuci biasanya saya menggunakan mukena milik nenek untuk salat. Berbeda dengan sekarang. Kehidupan sudah lebih baik dan mukena yang dimiliki juga tak lagi satu. Saya bisa membeli beberapa mukena untuk digunakan secara bergantian. Dari banyak mukena yang saya miliki yang paling saya suka yang saya beli beberapa tahun lalu dari seorang teman.

Bahannya mirip dengan batik di dress-dress yang dijual di toko oleh-oleh di Bali. Lembut, menyerap keringat, dan warnanya bagus-bagus. Kemarin saya membeli yang warna ungu tua. Memang nyaman sekali dikenakan untuk salat. Nggak panas walaupun tidak menyalakan kipas angin selama salat. Maklum Pontianak suka panas banget siang hari.

Baru-baru ini mukena tersebut sudah tak lagi di samping saya, mukena warna ungu yang paling saya sukai. Saya hanya menggantinya dengan yang satunya lagi kalau yang ungu sedang dicuci. Itupun kalau mukena ungu itu sudah bersih akan saya gunakan lagi setiap hari seperti biasanya. Karena sekarang dia sudah bersama Umak di kampung. Waktu itu Umak datang dan saya pinjamkan mukena ungu tersebut untuk salat. Ternyata beliau langsung suka. Makanya langsung saya berikan saja mukena tersebut walaupun saya juga suka sekali dengannya.

Mukena ungu itu sekarang akan saya ganti dengan mukena katun yang lain. Warnanya lebih ceria sebenarnya yang akan menjadi penggantinya tapi tetap saja beda rasanya dengan mukena katun ungu saya yang pertama itu. Selama ini saya menggunakan mukena yang bahannya licin dan suka panas kalau dipakai terlalu lama. Beda dengan mukena katun seperti mukena ungu itu. Salat jadi lebih tenang karena tidak ada rasa gerah atau semacamnya.

Untungnya sekarang mukena banyak yang harganya terjangkau. Jadi tak perlu khawatir untuk membeli setiap tahunnya. Kali-kali aja ada yang suka ganti mukena setiap lebaran syawal. Kalau saya sih jarang. Selama mukena yang saya gunakan masih bagus biasanya tetap akan saya pertahankan. Kecuali sudah sobek atau semacamnya. Barulah akan diganti dengan yang baru.

Kalau dulu mukena kebanyakan warna putih beda dengan sekarang yang pilihan warnanya bervariasi. Jadi tahu kalau mukena itu tak wajib warna putih kok. Dulu saya pikir mukena ya pasti putih warnanya nggak boleh warna yang lain. Ternyata enggak ya. Hahahahaha....

@honeylizious

Followers