Langsung ke konten utama

Buluh Perindu (1)

Kadang ada cinta yang lebih baik dibiarkan begitu saja. Disemai. Kemudian tumbuh. Membesar tanpa pupuk. Tak mendapat perhatian khusus. Kemudian cinta itu terus berkembang seiring perubahan musim dan arah angin. Kadang akan ada cinta yang tak kita mengerti. Cinta yang kita tarik-ulur sendiri. Kemudian kita pikir 'sebaiknya memang tidak untuk dimiliki'. Hanya ingin mengenangnya sebagai cinta saja. Begitu saja.

Cinta itu hidup dalam senyap. Jauh dari keriuhan apalagi yang kita sebut sebagai romantisme. Tapi cinta, membuat kita rindu. Buluh perindu. Cinta yang tak membuat menangis namun kadang masih terasa di hati. Cinta yang aneh. Lalu kita tak memutuskan untuk melupakannya. Malah memilih untuk merawatnya dengan cara yang berbeda.

Entah mengapa sulit menyatakan cinta yang satu itu. Padahal kita sepertinya sama-sama tahu. Betapa hangatnya pegangan tangan dan bahu sesuatu yang bernama cinta itu. Cinta kepada sang buluh perindu. Jarak dan waktu. Orbit yang berbeda. Bisa saja pertemuan sekali itu hanyalah sebuah tabrakan di atmosfir yang tak bisa kita hindari. Mempertemukan kita dengan orang yang tak pernah kita duga sebelumnya. Bahkan orang yang tak terlintas di kepala kita.

Memutuskan menunggu juga bukan hal yang bijaksana. Tetapi mengejar hal yang membuat kita tergila-gila sejak pandangan pertama juga tak enak didengarnya. Seperti ada pepatah yang mengatakan bahwa kita tak boleh memutuskan sesuatu ketika kita marah. Kita juga tak boleh menjanjikan sesuatu saat kita sedang gembira.

Sekarang kita hanya saling menyapa lewat jempol yang kita sematkan di sosial media. Tak mampu lagi rasanya mengajak bicara. Takut jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Takut rindu untuk kesekian kalinya juga.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…