26 Juli 2015

Akhirnya Membuat NPWP!


Sudah sejak beberapa bulan lalu sebenarnya saya ingin membuat NPWP. Bawaan hamil, pengennya tidur melulu. Bahkan saya banyak sekali menghabiskan waktu hanya untuk tidur. Padahal orang hamil sebaiknya banyak berjalan-jalan pagi supaya mudah melahirkannya. Apalagi saya mengandung anak pertama. Tapi dasarnya saya yang bandel sih. Sukanya ngikutin nafsu sendiri. Jadinya ya anak saya telat lahirnya dari tanggal yang seharusnya. Untungnya bisa melahirkan secara normal dan bayi saya sendiri lahir dengan berat badan yang lebih dari cukup.

Setelah anak saya sekarang lumayan bisa ditinggal. Walaupun saya yakin dia tak begitu rewel untuk ditinggal, saya aja yang suka kepikiran kalau meninggalkannya terlalu lama. Suka teringat sama tangisannya. Bahkan saya membayangkan bahwa bisa jadi dia sedang menangis keras saat saya tak berada di sampingnya. Terlalu banyak kekhawatiran yang membuat saya tak ingin meninggalkannya terlalu lama.

Soal NPWP sendiri, saya ingin marah sama orang yang bilang 'gampang kok bikin NPWP, cukup KTP aja, ngantrinya juga nggak lama'. Siapa bilang bikin NPWP cukup KTP aja? Saya sendiri membuat NPWP butuh waktu setidaknya hampir 3 jam. Itu karena antrian untuk membuat NPWP sedemikian panjangnya. Saya harus menunggu 27 orang dipanggil sampai akhirnya tiba giliran saya yang dipanggil. Untuk saya sendiri, saya membutuhkan 1 lembar fotokopi KTP, 1 lembar fotokopi KK, dan 2 buah materai 6.000.

Dua materai itu digunakan untuk surat pernyataan usaha dan surat permohonan untuk pembuatan NPWP. Untungnya sih di dalam dompet saya ada materai yang bisa saya gunakan. Cuma fotokopi kartu keluarga yang saya nggak punya. Jadinya suami saya pulang ke rumah dulu untuk mengambilnya. Karena antrian panjang sih saya jadinya nggak khawatir dengan persyaratannya yang belum lengkap.

Pembuatan NPWP di Pontianak sih seharusnya bisa lebih mudah. Apabila ada banner yang berisi informasi apa saja persyaratan yang harus kita penuhi dan bagaimana tata cara membuat NPWP itu. Sayangnya tadi saya tak menemukan banner informasi tersebut di dalam kantor tempat saya membuat NPWP. Jadinya saya harus bertanya berulang-ulang pada pegawai yang berada di meja paling depan dekat pintu. Saya sampai nggak enak karena bertanya beberapa kali. Malu aja gitu semuanya ditanyain. Namun pas saya sudah duduk dan dapat nomor antrian, saya lihat orang yang baru datang ternyata lebih bingung lagi dari saya. Dia bertanya banyak sekali pada sang pegawai. Rasa bersalah saya sedikit terobati dibuatnya.

Buat yang mau bikin NPWP sebaiknya memang menyiapkan semua data yang dibutuhkan dalam bentuk fotokopi sehingga tidak bolak-balik ke rumah mengambil datanya. Untung saya tak perlu bolak-balik rumah karena suami yang melakukannya. Terus NPWP-nya nggak langsung keluar, saya harus menunggu dua hari untuk mendapatkannya. Seharusnya memang saya membuatnya lebih awal, jadinya nggak kelabakan dan kepepet gini dan gajian bisa lebih cepat.

@honeylizious

Followers