5 Juni 2015

Pentingnya Pengaman Sudut Meja



Semenjak punya anak, walaupun baru beberapa hari usianya, saya jadi sensitif terhadap keamanannya. Terutama soal sudut meja. Mengingat saya sendiri sering terluka terkena sudut meja dan kursi. Itu sakitnya bukan main. Kulit terkelupas dan mengeluarkan darah. Apalagi kenanya di bagian tulang kering. Aduh sakit banget deh pokoknya. Nggak kebayang nanti anak saya sudah bisa berlari ke sana-ke mari dan sudut meja masih sangat tajam.

Memang harus segera menyediakan pengaman sudut meja untuk keamanan anak sendiri. Maklum dia akan belajar berjalan beberapa bulan lagi bukan? Siapa tahu saja 9 atau 10 bulan dia sudah bisa jalan atau bahkan berlari? Tentunya sebagai ibu saya tak ingin anak saya terluka karena sudut meja yang runcing itu.

Memiliki meja tamu yang bulat tentunya lebih aman dibandingkan meja segi empat yang punya sudut-sudut berbahaya. Buat yang tak punya anak bayi di rumah sih tak perlu lagi memikirkan soal sudut meja yang membahayakan anaknya. Beda dengan saya sekarang yang sedang belajar membesarkan anak bersama suami.

Ah, apalagi banyak yang bilang, waktu akan sangat cepat berlalu dan si anak bayi yang awalnya hanya tidur dan menyusu itu tiba-tiba saja sudah sedemikian besar dan bisa melakukan banyak hal. Akan ada hal yang tak bisa kita ulang dan akan sangat kita rindukan nantinya. Apalagi ini adalah anak pertama saya. Banyak hal yang tak bisa saya lupakan saat mengandung dan melahirkannya.

Apa pun itu, yang jelas saya sangat bahagia bisa bersamanya. Ingin melihat dia membesar dan memanggil saya Umak untuk pertama kalinya. Sekarang ini hanya bisa mendengar dia menangis untuk semua ekspresi. Terutama ekspresi kelaparan atau kehausan. Saya hanya bisa membedakan dari tinggi rendahnya nada yang dia gunakan untuk menangis. Kalau nada yang paling tinggi berarti dia lapar sekali dan saya harus menghentikan semua aktivitas yang saya lakukan dan segera mengambilnya untuk disusui. Menyadari bahwa hal-hal yang saya alami hari ini akan menjadi kenangan indah yang tak terulang suatu hari nanti, saya tak bosan mengabadikan wajah anak saya setiap harinya. Sehingga nanti dia bisa melihat sendiri perubahan dirinya dari lahir sampai sekarang.


Begitu banyak harapan yang sekarang bermunculan dalam hidup saya semenjak kehadiran si jabang bayi yang kami tunggu-tunggu. Bahkan saya sendiri sudah menyuratinya sejak saya masih belum menikah. Sekarang rasanya bagai tak percaya. Dia sudah hadir di antara kami sekeluarga.

@honeylizious

Followers