Langsung ke konten utama

Penghangat Botol Susu



Akhirnya saya bisa duduk cukup lama di depan PC dan bayi saya masih terlelap di tempat tidur. Biasanya saya mau tak mau harus berbaring menyusukan atau setidaknya menggendong dia dengan jangka waktu yang tak tertebak. Maklum saya baru saja melahirkan anak pertama saya. Lumayan banyak tenaga yang keluar dan sekarang masih dalam masa pemulihan. Saya pikir saya akan cukup kuat untuk menuliskan banyak cerita di blog ini. Saya keliru saudara-saudara. Melahirkan itu sangat menguras tenaga. Apalagi setelah saya harus begadang beberapa malam karena anak saya belum bisa membedakan siang dan malam.

Dia kebanyakan tidur saat siang hari dan malamnya dia akan mengajak saya bermain. Untungnya ada suami yang bisa menggantikan saya untuk mengasuhnya di malam hari sehingga saya bisa memejamkan mata sebentar. Walaupun biasanya saya juga harus menyusukan anak saya tersebut sebelum dia akhirnya terlelap lagi.

Ngomong-ngomong soal menyusui, saya memang tidak berniat memberikan anak saya susu formula. Saya rasa ASI adalah yang terbaik untuknya. Jadi buat apa saya repot-repot membeli susu formula untuknya bukan? Cuma sebentar lagi saya harus masuk kuliah dan ada jadwal ujian akhirnya pula. Jadi mau nggak mau saya harus menyiapkan ASIP. ASIP adalah ASI yang diperah. Disimpan di lemari pendingin supaya lebih tahan.

Sebenarnya saya sudah memberikan ASIP untuk anak saya sejak dia berumur beberapa hari. Karena saya sempat stress dan anak saya masih bingung putting waktu itu. Jadi saya mencari donor ASI untuknya. Alhamdulillah saya mendapatkan ibu donor yang baik hati dan mau memberikan ASIP-nya untuk anak saya. Sekarang anak saya punya dua ibu dan dua saudara laki-laki dari ibu susunya tersebut.

Cuma repotnya menggunakan ASIP adalah proses memanaskan susu yang sudah didinginkan tersebut. Makanya sekarang saya lagi cari-cari alat penghangat botol susu. Sehingga memudahkan untuk menghangatkan ASIP yang sudah saya perah dan simpan di dalam kulkas tadi. Mengingat yang akan menjaga bayi saya selama saya berada di kampus adalah ibu mertua saya. Bagaimana dengan bunda sendiri? Punya penghangat botol susu di rumah untuk bayinya?


Buat yang sekarang sedang hamil bisa nih nyicil nabung buat beli penghangat botol susu. Mengingat kebutuhan bayi yang baru lahir itu banyak banget. Apalagi kalau bayi yang akan hadir adalah bayi pertama di keluarga kita.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan