Langsung ke konten utama

Mukena Bali untuk Taraweh



Beberapa waktu lalu saya membeli sebuah mukena dari seorang teman. Sebutannya mukena bali. Dari namanya saya langsung tertarik karena saya memperkirakan bahan yang digunakan untuk membuat mukena tersebut adalah bahan yang lembut dan beda dengan mukena pada umumnya. Apalagi warna yang disediakan beragam dan tak biasa. Maklum selama ini mukena identiknya dengan warna putih. Beda dengan mukena bali. Saya sendiri membeli mukena bali berwarna ungu dengan ada motif di pinggirnya warna hitam. Sebenarnya waktu itu saya ingin membeli warna hijau. Tapi karena banyaknya peminat mukena bali ini jadi warna yang tersedia waktu itu hanya warna ungu.

Saat ibu saya mengenakannya dia juga langsung suka. Apalagi warnanya yang semarak membuat mukena bali terlihat selalu baru. Beda dengan mukena warna putih yang perawatannya harus ekstra, jangan sampai ada bintik-bintik tahi lalatnya di bagian mukena yang menempel ke wajah. Udah gitu warna putih juga gampang kotor.

Mencuci mukena bali juga gampang. Tinggal dikucek-kucek sudah bersih. Saya menggunakannya setiap hari buat solat dan rasanya memang nyaman sekali. Bahan mukena bali tidak panas dan bisa menyerap keringat. Beda dengan mukena saya yang lain yang bahannya licin, tidak menyerap keringat, dan mudah sekali timbul tahi lalat kalau tidak digantung sehabis digunakan. Apalagi bahan mukena jaman dulu yang banyak beredar di pasaran itu menerawang. Padahal mukena harusnya bisa menutup aurat orang yang mengenakannya.

Inovasi yang membuat munculnya mukena bali ini sangat bagus menurut saya. Sebab mukena bali tidak menerawang. Walaupun bahannya tidak begitu tebal. Ini karena bahan yang digunakan untuk membuat mukena bali ini memang kain yang tidak tembus pandang. Jadi buat orang yang tidak mengenakan hijab saat mengenakan mukena ini tidak perlu khawatir auratnya tidak tertutup dengan sempurna dan tetap nyaman selama beribadah.

Apalagi sekarang bulan puasa. Selain untuk salat lima waktu, mukena bali juga nyaman untuk dikenakan selama salat taraweh. Tidak perlu khawatir walaupun kita hidup di daerah tropis atau Bumi Khatulistiwa seperti di Pontianak. Saya sendiri yang selama ini suka ingin cepat-cepat membuka mukena yang saya kenakan sehabis salat waktu masih menggunakan mukena yang bahannya tak seadem mukena bali. Soalnya kalo kelamaan saya bisa basah oleh keringat. Padahal pengennya habis salat doa dulu baru buka mukenanya.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan