1 Juni 2015

Khimar Buat lebaran



Kayaknya saya beneran deh suka sama khimar. Walaupun bukan barang baru lagi sih di dunia fashion muslimah. Sebab sudah banyak sekali yang menyediakan pilihan khimar dengan beragam warna dan motif yang menarik. Untuk ibu menyusui seperti saya tentunya mengenakan khimar jauh lebih praktis dibandingkan pashmina yang setahun terakhir ini menjadi andalan saya untuk menutup aurat. Terutama pashmina yang berbahan satin. Selain kesannya mewah, bahan satin juga lembut, tidak tembus pandang, tapi juga tidak membuat gerah. sekarang memang mudah sekali bagi setiap muslimah memilih penutup kepala yang sesuai dengan keinginannya di pasaran.
Khimar yang beredar di pasaran juga sesuai dengan yang saya suka. Menutup hingga dada dan tidak menerawang. Apalagi kalo khimarnya berwarna pastel. Aduh itu bikin mupeng banget deh. Warna pastel nggak akan bikin mata sakit dan memberikan kesan yang sangat manis deh. Khimar yang ada sekarang juga sudah macem-macem modelnya. Bahkan ada yang menggunakan gesper dan perpaduan bahan polos dan bermotif sehingga memberikan kesan yang tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi.
Memberikan khimar sebagai hadiah lebaran untuk Umak dan mertua juga bagus nih. Soalnya setiap kali saya membelikan mereka pashmina pasti ujung-ujungnya hanya disimpan di dalam lemari. Iya sih memang kurang praktis walaupun bagus. Mereka lebih sering terlihat mengenakan jilbab instan dibandingkan jilbab yang saya berikan. Kemungkinan besar mereka tidak akan keberatan mengenakan khimar untuk acara-acara formal karena lebih praktis untuk dikenakan.

Saya sendiri sekarang saja lebih suka mengenakan jilbab instan dibandingkan harus menggunakan pashmina. Memang beda ternyata setelah memiliki bayi dengan tidak. Jangankan menggunakan pashmina kebanggaan saya selama ini. Mengenakan make up aja sudah tak saya lakukan sekarang. Padahal biasanya suka tak percaya diri kalau ke mana-mana nggak pake make up. Selain itu jualan khimar di Pontianak juga bisa nih jadi lahan bisnis baru.

Soalnya kebanyakan yang memproduksi khimar bukan dari Pontianak. Palingan Jakarta atau Bandung yang banyak sekali mengeluarkan produk fashionnya. Kalau nggak bisa produksi sendiri ya nggak masalah, setidaknya bisa memperdagangankannya. Di Pontianak juga harga produk fashion cukup tinggi, jadi lumayan nanti keuntungannya bisa buat tambahan uang belanja. Hehehe...



Gimana dengan teman-teman sendiri, ada yang bekerja di bidang produksi khimar atau sama seperti saya yang hanya menjadi penyuka khimar?
 

@honeylizious

Followers