Langsung ke konten utama

Bubuk Green Tea



Minuman dan makanan yang menggunakan rasa green tea memang akhir-akhir ini sedang booming. Tidak hanya kue-kue modern, kue tradisional seperti kue cubit bahkan sudah menggunakan bubuk green tea untuk pewarnaan dan pemberi rasa. Jadi kepikiran untuk membuat bolu dengan tambahan bubuk green tea. Apalagi sebentar lagi bulan puasa dan lebaran nih. Membuat kue dengan tambahan bubuk green tea kayaknya bakalan membantu memberikan cita rasa baru di rumah.

Hal pertama yang terlintas di kepala sih pengen bikin dadar gulung green tea. Seru kali ya dadar gulung green tea. Biasanya kan dadar gulung kalau nggak putih ya hijau karena pandan. Nah kalau hijaunya karena bubuk green tea, bakalan cukup mengejutkan untuk keluarga yang mencicipinya. Kelihatan warnanya hijau kayak biasa, tapi pas dicicip rupanya rasa green tea.

Untuk mendapatkan bubuk green tea sekarang ini juga bukan hal yang sulit. Banyak sekali toko bahan kue yang menyediakan bubuk green tea. Apalagi kalau di kota-kota besar. Pasti gampang menemukan bubuk green tea yang bisa dibeli. Jangankan toko offline, toko online juga banyak yang memperjualbelikan bubuk green tea. Sangat membantu ibu rumah tangga yang tak punya banyak waktu luang untuk berbelanja langsung ke pasar mencari bahan kue yang dia inginkan bukan?

Saya sendiri bukan orang yang jago bikin kue. Tapi masih bisa diandalkanlah kalau jenis kue yang sederhana dan nggak ribet bikinnya. Kayak bolu dan dadar gulung itu bisa diaturlah. Ada juga tuh kue yang mirip dengna dadar gulung cara bikinnya yang saya lihat di televisi. Kue jala. Nah itu kuenya juga berwarna hijau, kayak dadar gulung. Bisa juga tuh pandannya diganti dengan bubuk green tea. Jadi aroma green tea yang akan keluar dari kue tersebut.

Suka makan es krim juga boleh mencoba es krim rasa green tea dengan menggunakan tambahan bubuk green tea di dalam es krim tersebut. Es krimnya juga lebih mudah bikin sendiri. Di Youtube banyak sekali orang yang memberikan info cara membuat es krim dalam langkah-langkah yang sangat mudah. Ada juga tuh saya lihat orang yang membuat kue dengan cetakan waffle. Menarik juga kalau punya cetakan waffle di rumah ditambah dengan adanya bubuk green tea untuk bereksperimen.


Teman-teman sendiri ada yang pecinta green tea?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan