Langsung ke konten utama

Tiga Hari Lagi


Rabu adalah hari terakhir jadwal ujian tengah semester genap kuliah saya di ABA. Semoga saya tak perlu mengikuti ujian susulan karena harus melahirkan. Sampai sekarang saya masih belum mengambil cuti. Belum kontraksi belum cuti istilah sederhananya. Sebab saya rasa sayang saja harus menunda ujian tanpa tahu pasti juga kapan lahiran. Walaupun sebenarnya panggul saya semakin nyeri akhir-akhir ini. Bahkan hari ini saya rasanya sudah tak sanggup menahan sakitnya bangun dari tempat tidur. Pengennya sih cepat melahirkan supaya semua rasa sakit ini mereda. Tapi mikirin mid yang tinggal 3 hari ini, tinggal 4 mata kuliah lagi selesai, sayang juga untuk dilewatkan.

Rencananya habis mid baru saya libur menunggu hari kelahiran sang jabang bayi. Kekurangan absen bisa diganti dengan nanti dengan tugas atau semacamnyalah, bergantung kebijakan dosen seperti apa. Perut sih sudah seperti mau pecah. Bahkan sundulan di panggul semakin kuat dan itu rasanya minta ampun, sakit sekali.

Tak terbayangkan dulu waktu saya yang berada di dalam kandungan seperti apa membuat sakitnya perut Umak. Namun entah mengapa sulit sekali bagi saya untuk mengatakan tentang perasaan saya, tentang rasa terima kasih saya pada beliau yang telah membuat saya ada di dunia ini. Seorang perempuan paling hebat dengan semua kekurangan dan kelebihannya.

Anak laki-laki pertama saya ini akan menjadi cucunya. Anak yang akan membuat dia menjadi seorang nenek pada akhirnya setelah sekian lama membesarkan kami semua. Saya bertanya-tanya sebenarnya bagaimana perasaannya mengenai statusnya yang akan bertambah menjadi seorang nenek. Dia tidak begitu ekspresif seperti saya yang bisa mengungkapkan kegembiraan dan kesedihan dengan sangat jelas. Dia juga tak sering menghubungi saya selama saya kuliah di Pontianak hingga akhirnya menikah dan akan segera punya anak.

Semoga saja, cucu ini akan membuat Umak saya senang dan bahagia. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan