10 Mei 2015

Tiga Hari Lagi


Rabu adalah hari terakhir jadwal ujian tengah semester genap kuliah saya di ABA. Semoga saya tak perlu mengikuti ujian susulan karena harus melahirkan. Sampai sekarang saya masih belum mengambil cuti. Belum kontraksi belum cuti istilah sederhananya. Sebab saya rasa sayang saja harus menunda ujian tanpa tahu pasti juga kapan lahiran. Walaupun sebenarnya panggul saya semakin nyeri akhir-akhir ini. Bahkan hari ini saya rasanya sudah tak sanggup menahan sakitnya bangun dari tempat tidur. Pengennya sih cepat melahirkan supaya semua rasa sakit ini mereda. Tapi mikirin mid yang tinggal 3 hari ini, tinggal 4 mata kuliah lagi selesai, sayang juga untuk dilewatkan.

Rencananya habis mid baru saya libur menunggu hari kelahiran sang jabang bayi. Kekurangan absen bisa diganti dengan nanti dengan tugas atau semacamnyalah, bergantung kebijakan dosen seperti apa. Perut sih sudah seperti mau pecah. Bahkan sundulan di panggul semakin kuat dan itu rasanya minta ampun, sakit sekali.

Tak terbayangkan dulu waktu saya yang berada di dalam kandungan seperti apa membuat sakitnya perut Umak. Namun entah mengapa sulit sekali bagi saya untuk mengatakan tentang perasaan saya, tentang rasa terima kasih saya pada beliau yang telah membuat saya ada di dunia ini. Seorang perempuan paling hebat dengan semua kekurangan dan kelebihannya.

Anak laki-laki pertama saya ini akan menjadi cucunya. Anak yang akan membuat dia menjadi seorang nenek pada akhirnya setelah sekian lama membesarkan kami semua. Saya bertanya-tanya sebenarnya bagaimana perasaannya mengenai statusnya yang akan bertambah menjadi seorang nenek. Dia tidak begitu ekspresif seperti saya yang bisa mengungkapkan kegembiraan dan kesedihan dengan sangat jelas. Dia juga tak sering menghubungi saya selama saya kuliah di Pontianak hingga akhirnya menikah dan akan segera punya anak.

Semoga saja, cucu ini akan membuat Umak saya senang dan bahagia. 

@honeylizious

Followers