3 Mei 2015

Sabar Harap Bersabar


Setiap kali saya merasakan tendangan dari dalam perut saya, hanya bisa mengusapnya sambil mengatakan kepadanya untuk bersabar. Sebab sekarang saya sedang mengikuti ujian tengah semester. Sayang sekali harus ikut ujian susulan karena melahirkan. Walaupun saya tahu, kalau Tuhan sudah menghendaki saya untuk melahirkannya hari ini pun, mau tidak mau saya harus siap. Mengeluarkannya dari rahim saya yang menampungnya selama lebih dari 8 bulan ini. Prakiraan dokter sih tanggal 20 Mei nanti. Masih cukup waktu untuk ujian dan pengambilan nilai tugas beberapa mata kuliah. Semoga saja saya mampu melewatinya dengan baik.

Sebenarnya sih akan lebih melegakan melahirkan lebih cepat dibandingkan harus membawanya berangkat ujian ke kampus karena jujur saja, ukurannya semakin besar. Tentu saja semakin menyulitkan untuk bergerak. Belum lagi setiap malam saya kurang tidur karena tidak bisa mendapatkan posisi yang nyaman untuk tidur. Bagian tulang pubis semakin ditekan dari dalam dan itu sangat menyakitkan. Tulang rawan yang akan menjadi pintu keluarnya nanti. Ah saya terlampau banyak mengeluh padahal ibu saya sendiri melahirkan 5 anak secara normal dan tak pernah saya mendengarnya mengeluh sekalipun.

Apakah memang anak pertama itu selalu berat?

Saya hanya ingin di ruang bersalin nanti saya bisa ditemani suami. Dia sendiri terlihat takut untuk melakukan itu. Apalagi ketika satu di antara 5 kakak ipar saya sudah ada yang siap menjadi suka relawan untuk menunggui saya di ruang bersalin. Sepertinya memang suami tidak akan ikut menunggui di dalam sana. Hanya berada di luar sampai anaknya keluar dan menangis untuk pertama kalinya. Entahlah... mana yang baiknya saja sih.

Kaki saya semakin sering bengkak dan agak sakit. Untungnya tujuh bulan pertama kaki saya tidak mengalami pembengkakan sehingga hanya akhir-akhir ini saya semakin tersiksa dengan kaki bengkak ini. Belum lagi bangun tidur yang harus dibantu untuk bangkit dari tempat tidur. Sabar harap bersabar. Itu saja yang bisa saya katakan pada diri saya sendiri. Mengingat anak ini akan menjadi bagian paling penting dalam karier saya sebagai seorang ibu.
 

@honeylizious

Followers