4 Mei 2015

Mimpi Buruk Lagi


Rasanya saya sudah tak bisa menghitung berapa banyak mimpi buruk yang saya alami selama hidup di dunia ini. Buat saya mimpi buruk hanya ada satu jenis. Memimpikan kakak sulung saya. Anehnya saat tidur siang pun saya bisa mendapatkan mimpi tentangnya. Apakah saya terus memimpikan dirinya karena saya 'melarikan' diri dari kenyataan bahwa dia kakak sulung saya? Karena saya memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengannya di dunia ini? Bukankah memang itu yang sebenarnya terbaik bagi saya dan tentunya bagi dirinya.

Tak dapat saya bayangkan jika dia tak ada lagi di dunia ini. Bisa jadi mimpi buruk itu semakin terasa buruk lagi. Semasa dia hidup saja memimpikan dirinya sudah cukup buruk apalagi kalau memimpikan dirinya yang sudah mati.

Sebenarnya saya sangat kasihan dengan kehidupannya yang seaka tak punya tujuan. Tak punya teman. Tak punya pasangan hidup. Apalagi keturunan. Semua orang menjauh darinya. Sebab sifatnya yang sangat buruk. Tapi mau bagaimana lagi? Mau sebaik apa pun kita terhadapnya dia tidak akan berubah dan itu menyebalkan. Setiap orang punya batas kesabarannya masing-masing. Bahkan ibu saya sendiri sudah tak sanggup untuk hidup satu atap dengannya.

Usianya sudah lebih dari 32 tahun tapi tak sedikit pun semua pengalaman yang dia dapatkan menjadi pembelajaran penting baginya untuk mengubah sikapnya supaya bisa bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Jangankan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Di keluarga pun sulit untuk menerima keberadaannya. Menurut saya kehidupannya sangat menyedihkan. Sayangnya dia tak menyadari itu sebagai seorang manusia.

@honeylizious

Followers