Langsung ke konten utama

Mimpi Buruk Lagi


Rasanya saya sudah tak bisa menghitung berapa banyak mimpi buruk yang saya alami selama hidup di dunia ini. Buat saya mimpi buruk hanya ada satu jenis. Memimpikan kakak sulung saya. Anehnya saat tidur siang pun saya bisa mendapatkan mimpi tentangnya. Apakah saya terus memimpikan dirinya karena saya 'melarikan' diri dari kenyataan bahwa dia kakak sulung saya? Karena saya memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengannya di dunia ini? Bukankah memang itu yang sebenarnya terbaik bagi saya dan tentunya bagi dirinya.

Tak dapat saya bayangkan jika dia tak ada lagi di dunia ini. Bisa jadi mimpi buruk itu semakin terasa buruk lagi. Semasa dia hidup saja memimpikan dirinya sudah cukup buruk apalagi kalau memimpikan dirinya yang sudah mati.

Sebenarnya saya sangat kasihan dengan kehidupannya yang seaka tak punya tujuan. Tak punya teman. Tak punya pasangan hidup. Apalagi keturunan. Semua orang menjauh darinya. Sebab sifatnya yang sangat buruk. Tapi mau bagaimana lagi? Mau sebaik apa pun kita terhadapnya dia tidak akan berubah dan itu menyebalkan. Setiap orang punya batas kesabarannya masing-masing. Bahkan ibu saya sendiri sudah tak sanggup untuk hidup satu atap dengannya.

Usianya sudah lebih dari 32 tahun tapi tak sedikit pun semua pengalaman yang dia dapatkan menjadi pembelajaran penting baginya untuk mengubah sikapnya supaya bisa bersosialisasi dengan baik di masyarakat. Jangankan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Di keluarga pun sulit untuk menerima keberadaannya. Menurut saya kehidupannya sangat menyedihkan. Sayangnya dia tak menyadari itu sebagai seorang manusia.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan