7 Mei 2015

Kapan Lahiran?


Ternyata setelah 'kapan nikah' atau 'kapan hamil' masih ada pertanyaan yang cukup mengganggu di dunia ini. 'Kapan lahiran'? Sebenarnya sih jawaban paling simpelnya 'hanya Tuhan yang tahu'. Tapi nggak enak juga jawabannya begitu. Mana prakiraan lahirannya ada empat versi. Tiga versi dari dokter dan satu lagi dari bidan di puskesmas. Prakiraan bidan ternyata keliru. Mereka memperkirakan 14 April lahiran dan sekarang hampir sebulan lewatnya saya masih belum memberikan tanda-tanda akan segera melahirkan.

Dokter pertama prakiraannya 11 Mei, dokter kedua 16 Mei, dan dokter ketiga 20 Mei. Semuanya memperkirakan bulan Mei saya akan segera lahiran. Berarti sekarang tinggal menghitung hari saja lagi. Semoga semua kerjaan sudah selesai dan tentu saja ujian tengah semester juga sudah kelar. Jangan sampai saya kontraksi pas berada di dalam ruang ujian. Nggak lucu aja peserta ujian yang lain jadi panik gara-gara saya mau lahiran kan?

Semakin ke sini sih panggul semakin sakit rasanya. Dorongan dari dalam semakin kencang saja. Belum lagi perut juga semakin berat. Tak sabar mengeluarkan bayi ini dari perut biar lega. Beberapa baju tidur tak dapat saya pakai karena bagian perutnya sudah tak muat. Belum lagi pembengkakan di kaki karena saya banyak menulis. Kaki sudah mirip kaki raksasa aja nih. Perut juga mudah sekali lapar. Padahal sembelit masih mengganggu pikiran saya. Harus pintar memilih makanan biar buang air besarnya lancar.

Jadi kapankah saya akan lahiran sebenarnya? Memang hanya Tuhan yang tahu kepastiannya. Hehehehe.... 

@honeylizious

Followers