Langsung ke konten utama

Death Penalty


Hukuman mati untuk pengedar narkoba? Tentu saja saya termasuk orang yang mendukung hukuman ini. Bahkan saya akan lebih senang lagi jika hukuman mati diberlakukan juga buat koruptor dan kriminal berat lainnya. Sadis? Tidak manusiawi? Sebelum menentang hukuman ini coba deh kita posisikan diri kita sebagai orang yang menjadi korban narkoba tersebut. Jangan hanya melihat sisi pelaku yang mengedarkan dan mendapatkan uang banyak dengan 'membunuh' pelan-pelan penerus bangsa ini. Saya nggak habis pikir sih ada yang menentang hukuman mati untuk pengedar narkoba. Kurang jelas apalagi kesalahan mereka?

Seperti yang kita tahu, jika mata rantainya tidak segera diputus, lihat saja nanti, di penjara pun peredaran narkoba tetap bisa berlangsung bahkan dimonitor oleh gembongnya sendiri. Mereka, yang dibela oleh banyak aktivis itu, tidak peduli dengan orang yang akan menjadi korban narkoba yang mereka edarkan. Lantas mengapa kita juga harus meluangkan waktu untuk peduli pada mereka?

Alasan memberikan kesempatan kedua kayaknya sedikit lucu ya. Bukannya apa, setelah kehidupan di dunia kan ada kehidupan selanjutnya, kehidupan yang abadi. Kalau mereka memang sudah bertobat dan Tuhan menerima tobat mereka untuk apa kita menghalangi pertemuan mereka dengan Sang Pencipta. Bukannya lebih baik kita percepat. Daripada di dunia dia mengulang melakukan kesalahan yang sama. Setidaknya, hukuman mati ini akan memberikan efek pada orang yang baru akan mencoba bisnis narkoba ini. Supaya mereka berpikir ulang untuk melakukan tindakan yang sama. Karena ancamannya hukuman mati.

Ada yang mengatakan bahwa Indonesia kejam memberlakukan hukuman mati untuk terpidana narkoba. Padahal di beberapa negara lain juga ada hukuman yang sama. Mengapa Indonesia yang dirongrong? Jangan-jangan karena selama ini hukuman di negara kita sedemikian lemahnya sehingga banyak pengedar narkoba yang bisa lolos dengan tindakannya. Menyedihkan sekali melihat banyak anak muda yang terjerat narkoba.

Katanya sebagai orang tua kita harus mampu mendidik anak kita supaya tidak menggunakan narkoba. Kalo narkobanya sudah tak ada lagi sumbernya ya tentu saja pengguna juga tak ada. Itu sebabnya banyak yang mendukung hukuman mati bagi orang-orang yang berbisnis narkoba ini. Mau sekuat apa pun orang tua menjaga anaknya, selama peredarannya masih luas, akan jatuh korban lagi dan lagi. Apakah nyawa penerus bangsa ini tak ada harganya dibandingkan pengedar narkoba itu sendiri.

Kita saja yang tidak berniat menggunakan narkoba, bisa jadi malah akan kecanduan. Gara-garanya banyak yang menjual makanan yang mengandung narkoba di luar sana. Kalau sudah ketagihan dan over dosis, siapa yang harus kita salahkan? Ah.... bukannya kita akan jauh lebih kejam jika membiarkan narkoba meracuni anak bangsa ini?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma